Kamis, 29 Juli 2021 12:23

Pelanggar Prokes Didenda Uang dan Beli Masker, Warga Kota Kediri Menyambut Positif

Jumat, 04 Juni 2021 09:16 WIB
Editor: Tim
Wartawan: Muji Harjita
Pelanggar Prokes Didenda Uang dan Beli Masker, Warga Kota Kediri Menyambut Positif
Petugas saat menghentikan pengguna jalan yang tidak memakai masker atau memakai masker tapi salah. foto: ist.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Salah satu cara pemerintah untuk menegakkan disiplin protokol kesehatan adalah dengan melakukan kegiatan operasi Yustisi. Di Kota Kediri, kegiatan ini rutin dilakukan oleh Satpol PP Kota Kediri bersama dengan unsur TNI dan juga Kepolisian.

Ternyata menuai respon positif dari masyarakat, sebagai pengguna jalan. Ika Ayu, salah satu guru di SMAN 4 Kediri, menilai operasi ini bermanfaat. "Menurut saya sangat bermanfaat dan memang harus rutin dilakukan untuk menekan laju Covid-19 di Kota Kediri," ungkapnya kepada BANGSAONLINE.com

Ester Arum, staff TU SMAN 4 Kediri juga mengatakan hal serupa. Menurut dia, agenda yang digelar rutin oleh Pemkot Kediri ini sangat positif. "Baik, mengingat masih banyak masyarakat yang masih belum memakai masker pada saat keluar rumah," ujarnya.

Dalam pelaksanaan operasi yustisi, petugas melakukan penertiban bagi pengguna jalan, tentang protokol kesehatan terutama penggunaan masker selama berkendara. Bagi pengguna jalan yang kedapatan tidak mengenakan masker, petugas akan segera menindak dengan memberikan hukuman.

BACA JUGA : 

Kilas Balik Sejarah Hari Jadi Kota Kediri ke-1142, Pemkot Pamerkan Foto Tempoe Doeloe

Dukung Percepatan Herd Immunity, Wali Kota Kediri Apresiasi Vaksinasi BI dan OJK Kediri

Hari Jadi Kota Kediri ke-1142 Digelar Secara Virtual, Sandiaga Uno Beri Kado Istimewa

Peduli Warga Isoman, Relawan Penyintas Covid-19 Kediri Bagikan Ratusan Nasi Kotak

"Hukuman operasi yustisi beragam, mulai dari teguran, denda berupa uang, hingga diminta untuk membeli masker saat itu juga," kata Eko Lukmono, Kepala Satpol PP Kota Kediri.

Selain itu, lanjut Eko, pihaknya juga tidak jarang memberikan sanksi sosial bagi para pelanggar. "Bermacam-macam, seperti menyapu jalan, membersihkan sampah, dan semacamnya," imbuh Eko.

Menurut dia, hal tersebut dilakukan guna memberikan efek jera bagi para pelanggar supaya tidak mengulanginya kembali.

Hukuman tersebut disambut baik oleh masyarakat. Umi Mahani, warga Kelurahan Rejomulyo, di Kota Kediri misalnya, ia mengatakan bahwa hukuman tersebut sudah pantas.

"Untuk hukuman setahu saya sudah bagus ya, pelanggar diberikan hukuman yg bersifat positif misalnya diminta push up, menyanyikan Indonesia raya ataupun menyebutkan sila pancasila, nah ini kan akan menambah semangat nasionalisme," ujar Umi.

Senada dengan hal tersebut, Marlinda, salah satu mahasiswi di Kota Kediri juga mengatakan hal serupa. Menurut dia, hukuman yang diberikan selain memberikan efek jera juga mendisiplinkan. "Menurut saya hukuman yang diberikan sudah cukup memberikan efek disiplin untuk pengendara atau masyarakat yang melanggar protokol kesehatan," ungkapnya.

Meski demikian masyarakat berharap selain melakukan operasi Yustisi, sosialisasi terkait protokol kesehatan khususnya bagi pengguna jalan, juga giat dilakukan. "Lebih dibanyakkan tentang sosialisasi on the spot saja untuk meminimalisir pelanggaran protkes," ungkap Indra, salah satu pekerja swasta di Kota Kediri.

"Harapan saya untuk para aparat tetap semangat ya, menurut saya memang semua diperlukan sedikit paksaan untuk membentuk sebuah kebiasaan, semoga dengan ini Covid-19 segera berlalu," ujar Indra. (uji)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...