Supangatin (55), warga Desa Sambigede Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar saat dirawat di rumah sakit. foto: AKINA/ BANGSAONLINE
BLITAR, BANGSAONLINE.com - Ibu jari Supangatin (55), warga Desa Sambigede Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar nyaris putus. Ia baru saja dikeroyok dua rekannya sesama buruh pemilah cabai, yaitu RN (35) dan RB (55).
Pengeroyokan tersebut berawal dari cekcok ketiganya yang diduga akibat salah paham. Saat cekcok RB sempat menjambak Supangatin. Lalu memiting Supangatin.
BACA JUGA:
- Siswi 14 Tahun di Kota Blitar Diduga Jadi Korban TPPO, Polisi Selidiki Jaringan Pelaku Mucikari
- Diduga TPPO, Siswi 14 Tahun di Kota Blitar Jadi Pemuas Pria Hidung Belang, Polisi Amankan Mucikari
- Polisi Ringkus Pembobol Sekolah di Blitar
- Truk Diduga Rem Blong Hantam Antrean di Perlintasan KA Probolinggo, Sekeluarga asal Blitar Tewas
Ketika RB memiting tubuh Supangatin hingga tidak bisa bergerak, saat itulah RN tiba-tiba menggigit jempol tangan kiri Supangatin hingga nyaris putus dan mengeluarkan darah. Saat itu PA, suami RB datang bukan untuk melerai, tapi malah memperkeruh suasana dengan mengambil batu dan menyuruh RN memukulkan ke Supangatin. Aksi pengeroyokan baru berhenti setelah suami Supangatin datang dan melerai.
"Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan," ujar Pelaksana Harian (Plh.) Kapolsek Binangun AKP Nanang Sugiarto, Selasa (1/6/2021).
Petugas Polsek Binangun yang menerima laporan kemudian mendatangi TKP dan mengamankan barang bukti. Kedua pelaku juga dimintai keterangan namun belum dilakukan penangkapan. "Kami juga mengamankan barang bukti dan melakukan penyelidikan perkara ini," pungkasnya. (ina/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




