Kamis, 13 Mei 2021 08:57

Hindari Kemacetan Menuju Kota Kediri, Warga Bulusari Ini Pilih Naik Perahu

Senin, 19 April 2021 10:46 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Muji Harjita
Hindari Kemacetan Menuju Kota Kediri, Warga Bulusari Ini Pilih Naik Perahu
Perahu penyeberangan di Sungai Brantas. (foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Meski terdapat Jalan Raya Kediri-Nganjuk untuk menuju Kota Kediri dan sebaliknya, namun beberapa orang khususnya pengendara motor dan sepeda ontel, justru lebih memilih naik perahu penyeberangan di Sungai Brantas daripada lewat jalan raya.

Alasannya, bermacam-macam. Ada yang ingin menghindari kemacetan di sekitar Pasar Mrican sampai Jembatan Semampir, ada pula yang sekadar ingin menikmati naik perahu di Sungai Brantas yang menghubungkan Desa Jongbiru Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri dengan Kelurahan Mrican Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Seperti dikatakan oleh Nur, Warga Pojok, Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri. Dia yang sehari-hari berjualan sayur-mayur keliling itu lebih senang naik perahu penyeberangan di Sungai Brantas.

Nur mengaku lebih tenang dengan naik perahu, karena bisa menghindari kemacetan antara Pasar Mrican sampai Jembatan Semampir. Meski terkadang ia harus menunggu agak lama sampai perahu penuh

BACA JUGA : 

Warga Kediri Tewas Terkena Ledakan Petasan yang Dibuatnya Sendiri, Tubuh Putus Menjadi Tiga Bagian

Malam Hari Raya Idul Fitri, Kawasan SLG Ditutup Total

Wali Kota Kediri Siapkan Pekerjaan bagi Istri Salah Satu Pahlawan KRI Nanggala-402

Serahkan Bantuan Si Jamal, ​Wali Kota Kediri Inginkan Anak Janda Bisa Angkat Derajat Keluarganya

"Kalau jam-jam sibuk, biasanya di sekitar Pasar Mrican itu macet. Bahkan sampai Jembatan Semampir. Dengan membayar Rp2.000 sekali jalan, saya merasa tenang dengan naik perahu ini," kata Nur, Senin (19/4/2021).

Menurut Nur, dia hampir setiap hari belanja sayur-mayur di Kota Kediri. Sayuran itu lalu dijualnya kembali kepada pelanggan yang sebagian ada di perumahan-perumahan di Kota Kediri.

Hal senada juga disampaikan oleh Pak No, penjual tape ketela asal Desa Wonojoyo, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Pak No mengaku kalau pelanggan tape ketelanya ada yang di daerah barat Sungai Brantas.

"Saya kalau mau menjajakan tape di daerah barat Sungai Brantas, lebih senang naik perahu daripada lewat jalan raya," kata Pak No, yang mengaku setiap hari naik sepeda ontel untuk berkeliling menjajakan tape ketela dagangannya itu.

Lalu, bagaimana kalau nanti jembatan penghubung antara Jongbiru dan Mrican dibangun dan tidak ada perahu penyeberangan? "Kalau jembatan dibangun lagi dan perahu penyeberangan tidak ada, ya otomatis tentu akan lewat jembatan," ujar Pak No. (uji/zar)

Jual Telur Infertil, 2 Warga Pasuruan Dicokok Polisi
Senin, 10 Mei 2021 23:24 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Aparat Polres Pasuruan mengamankan 2 orang pelaku perdagangan telur ayam infertil. Selain memperdagangkan telur infertil atau afkir, keduanya juga menjual limbah telur tak layak konsumsi, kepada produsen roti rumahan...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Kamis, 13 Mei 2021 08:15 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com-Tulisan Dahlan Iskan tentang Revolusi Energi edisi 2 ini menarik dinikmati pada Hari Raya Idul Fitri. Memang tergolong berat dan berbobot. Tapi mudah dicerna. Apalagi ditulis secara "sederhana" dalam bentuk pointer-pointer ...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...