Senin, 10 Mei 2021 05:31

Dugaan Korupsi TKD, Warga Purworejo Laporkan Kades ke Polda Jatim

Kamis, 15 April 2021 11:05 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Dugaan Korupsi TKD, Warga Purworejo Laporkan Kades ke Polda Jatim
Warga saat mendatangi Polda Jatim untuk diperiksa terkait kasus dugaan korupsi TKD.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Puluhan warga Desa Purworejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban menjalani pemeriksaan secara maraton oleh penyidik Polda Jatim di Mapolsek Jenu, Rabu (14/4/2021).

Pemeriksaan terhadap warga itu terkait kasus dugaan Korupsi Tanah Kas Desa (TKD) yang dilakukan oleh kades setempat. Di mana, tanah seluas 20 hektare itu merupakan tukar guling lahan dari PT Tuban Panca Utama yang terjadi sejak tahun 1996 silam.

Salah satu warga Desa Purworejo, Kamizan mengatakan, awalnya TKD ini sudah dimiliki oleh desa. Namun, seiring berjalannya waktu terjadi permasalahan di kemudian hari. Sebab, tanah seluas 20 hektare itu malah dikuasai oleh Hj Rumiasih yang diketahui masih ada ikatan keluarga dengan Kades Purworejo, Muksamiadi.

"Mulai tahun 2012 sampai sekarang tanah itu sudah masuk dikuasai keluarga kades. Padahal tanah itu telah dinyatakan menjadi milik desa," kata Kasmizan.

BACA JUGA : 

Tabrak Truk Tronton, Pengendara Motor di Tuban Tewas di Tempat

Kasihan, Hidup Sendirian, Pria di Tuban ini Ditemukan Tewas di Sofa

Kasus Baru Meningkat dalam Dua Pekan, Tuban Jadi Zona Oranye Covid-19

289 Personel Gabungan Siap Halau Pemudik yang Masuk Tuban

Dirinya menjelaskan, dari 20 hektare lahan, yang sudah bersertifikat dan masuk kas desa hanya 1,5 hektare. Sementara, seluas 1,7 hektare kabarnya malah sudah diperjualbelikan pada petani Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu. Sementara sisanya belum bersertifikat, dan saat ini masih dikuasai keluarga Kades Purworejo.

Untuk itu, warga meminta agar TKD seluas 20 hektare itu seluruhnya kembali ke milik desa. Tidak dikuasai oleh pribadi atau kelompok.

"Kami sebenarnya sudah lama berupaya mempertahankan TKD ini, tapi upaya kami selalu dipatahkan. Warga meminta kejelasan aliran hasil dari TKD selama ini, sudah pernah ditanyakan kepada pihak desa tapi tidak menemukan jawaban," tuturnya.

Di tempat yang sama, kuasa hukum warga, Nur Azis menyampaikan pihaknya mewakili warga berharap lahan yang saat ini dikuasai keluarga kades bisa kembali ke kas desa. Dirinya menjelaskan alasan warga melapor ke Polda Jatim, karena adanya dugaan korupsi TKD yang dilakukan kades dan keluarganya.

Rencananya, ungkap Nur Azis, selama dua hari ini penyidik Polda Jatim akan memeriksa saksi dan kades. Selain itu, turun ke lapangan guna mengecek lahan yang dipersoalkan warga.

"Intinya warga berharap, tanah kas desa yang diduga dikorupsi oleh kades dan keluarganya ini bisa kembali lagi ke kas desa," tegas Azis.

Terpisah, Kades Purworejo Kecamatan Jenu, Muksamiadi saat dikonfirmasi BANGSAONLINE.com melalui sambungan telepon enggan memberikan keterangan terkait dugaan korupsi yang dilaporkan warga. Dirinya hanya berjanji akan menunjukkan beberapa dokumen terkait kasus tersebut.

"Besok mas (hari ini, red) di balai desa, akan saya tunjukkan bukti administrasinya," singkatnya, Rabu (15/4) kemarin. (gun/rev)

Penjaga Rumah Ibadah Bertanya Berapa Rupiah Jatah Tuhan
Senin, 10 Mei 2021 00:00 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur edisi Ramadan edisi 28 ini mereview cerita Gus Dur tertang para penjaga rumah ibadah. “Mereka berembuk soal sumbangan umat kepada rumah ibadah yang mengalami surplus. Lalu mereka bertanya, berapa ja...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 10 Mei 2021 05:19 WIB
Oleh: Dahlan Iskan---LEBARAN kompak: hari Kamis, 13 Mei 2021. Maka, Disway edisi Rabu, Kamis, Jumat di sekitar Lebaran itu, saya akan menurunkan tiga tulisan tentang kebijakan energi untuk kebangkitan negeri.Lebaran tahun ini banyak waktu untuk memba...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...