Kamis, 15 April 2021 03:58

Kasus Dugaan Korupsi BOP Kemenag, Kejari Bangil Sudah Periksa 500 Penerima Bantuan

Jumat, 09 April 2021 16:32 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Habibi
Kasus Dugaan Korupsi BOP Kemenag, Kejari Bangil Sudah Periksa 500 Penerima Bantuan
Sejumlah warga menggelar demo di Kantor Kejari Bangil menuntut kasus korupsi BOP Kemenag diusut tuntas.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangil terus mendalami kasus dugaan pemotongan BOP Kemenag Kabupaten Pasuruan. Hingga saat ini, sudah sekitar 500 saksi yang dimintai keterangan. Antara lain pengurus TPQ, Madin, dan Ponpes selaku penerima bantuan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kasi Intel Kejari Bangil, Jemmy Sandra saat dikonfirmasi BANGSAONLINE.com. Pihaknya mengaku terus bekerja ekstra guna mengungkap kasus dugaan korupsi BOP Kemenag untuk ribuan lembaga pendidikan di Kabupaten Pasuruan.

Menurutnya, pemeriksaan dilakukan bertahap menggunakan metode sampling dari sejumlah penerima yang berkisar 3,000 lembaga pendidikan.

"Tidak mungkin kami periksa seluruhnya yang jumlahnya sekitar 3.000 lembaga, waktunya tidak cukup. Minimal seperempat dari jumlah penerima. Dari tiap kecamatan ada yang sudah diperiksa, dan yang sudah diperiksa sekitar 500 orang dari TPQ, Madin, Ponpes, dan orang Kemenag," ungkap Jemmy saat ditemui di Kejari Bangil, Jumat (9/4/2021).

BACA JUGA : 

Kejari Sebut Sudah Terjunkan Tim Untuk Usut Fee 8 Persen Proyek TPA Wonokerto

LSM GP3H Soroti Dugaan Penyimpangan DD Kemirisewu Pasuruan Hingga Puluhan Juta Rupiah

Kejari Bangil: Kemenag Sudah Diperiksa Terkait Dugaan Pemotongan BOP

Terus Dalami Kasus Dugaan Pemotongan BOP, Kejari Kabupaten Pasuruan Periksa 50 Orang

"Tidak mungkin kami periksa seluruhnya yang jumlahnya sekitar 3.000 lembaga, waktunya tidak cukup. Minimal seperempat dari jumlah penerima. Dari tiap kecamatan ada yang sudah diperiksa, dan yang sudah diperiksa sekitar 500 orang dari TPQ, Madin, Ponpes, dan orang Kemenag," ungkap Jemmy saat ditemui di Kejari Bangil, Jumat (9/4/2021).

Jemmy mengatakan, saat ini tim penyidik masih fokus melakukan pemeriksaan terhadap pengurus TPQ, Madin, dan Ponpes terlebih dahulu. Sebelum beranjak pada oknum di luar lembaga pendidikan.

Saat ditanya adanya ponpes atau lembaga fiktif sebagai penerima bantuan, Jemmy mengaku belum bisa menyampaikan hal tersebut. "Kalau tanya soal lembaga penerima ada yang fiktif, kami belum bisa menyampaikan, belum boleh disampaikan," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Kejari Bangil Ramdhanu Dwiyantoro mengungkapkan telah mengantongi nama calon tersangka dalam kasus BOP ini. Proses penyelidikan terus dilakukan guna menguak dalang di balik dugaan pemotongan dana bantuan.

Kasus dugaan pemotongan dana BOP ini mencuat beberapa bulan yang lalu. Diduga, besaran bantuan BOP dipotong sebesar 20-40 persen oleh oknum tertentu dari yang seharusnya diterima lembaga.

Adapun bantuan yang diterima TPQ dan Madin, sekitar Rp 10 juta per lembaga. Sedangkan untuk Ponpes bervariasi, dari Rp 25 juta, Rp 40 juta, dan Rp 50 juta, tergantung skala pesantren. (bib/par/rev)

Kecelakaan di Jemursari Surabaya, Mobil Kijang Innova Terguling Masuk Sungai
Rabu, 14 April 2021 22:12 WIB
SURABAYA, BANGASONLINE.COM - Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Jemursari, Surabaya. Sebuah mobil Toyota Kijang Innova nopol N 371 VA terjun ke sungai Jemursari hingga terguling.Peristiwa ini terjadi Rabu (14/4) petang sekira pukul 18.15 WIB, t...
Minggu, 11 April 2021 18:27 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mulai Sabtu (10/4) kemarin melakukan uji coba pembukaan tempat wisata andalan Kabupaten Kediri. Di antaranya Wisata Besuki Irenggolo yang te...
Rabu, 14 April 2021 05:44 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Ini fenomena menarik. Ternyata dimatikannya Vaksin Nusantara justru memantik kepercayaan para tokoh nasional, dokter, dan para anggota DPR RI. Mereka ramai-ramai antre untuk Vaksin Nusantara. Benarkah mereka leb...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Jumat, 09 April 2021 09:59 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...