Jumat, 07 Mei 2021 22:39

​Kiai Asep Minta Para Ulama Merenung Atas Terbakarnya Kilang Minyak Pertamina

Rabu, 31 Maret 2021 20:52 WIB
Editor: MMA
​Kiai Asep Minta Para Ulama Merenung Atas Terbakarnya Kilang Minyak Pertamina
Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. saat memimpin doa yang diikuti para kiai untuk bangsa di lingkungan Pondok Pesantren Amanatul Ummah Jalan Siwalankerto Utara, Surabaya. Foto: mma/bangsaonline.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. minta para ulama dan kiai merenung atas beberapa musibah yang menimpa Indonesia beberapa hari terakhir ini. Di antaranya terbakarnya kilang minyak milik Pertamina di Balongan Indramayu Jawa barat, Senin (29/3/2021) dini hari. Padahal kilang minyak ini baru beroperasi sejak 1994 dan salah satu kilang minyak terbesar di Asia Tenggara.

“Negara mengalalami kerugian sangat besar,” kata pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur itu, Rabu (31/3/2021). Belum lagi soal kasus teror yang masih terjadi di Indonesia.

Karena itu Kiai Asep minta para ulama dan kiai tafakur atas beberapa musibah yang menimpa negeri ini. Sebab hanya ulama yang paham dan punya otoritas tentang agama. “Addinun nashihah. Agama itu nasihat. Kalau diikuti akan baik. Tapi kalau tidak diikuti akan tidak baik. Bahkan bisa ada malapetaka,” tegas Kiai Asep.

Menurut Kiai Asep, ulama harus obyektf. “Ulama harus memberikan masukan yang baik dan obyektif serta jujur kepada pemerintah,” kata Kiai Asep. “Jangan karena ada kepentingan lalu jadi tukang stempel pemerintah,” tambah Kiai Asep yang dikenal sebagai pendukung berat Presiden Joko Widodo.

BACA JUGA : 

Ulama, Rektor, Hingga Kakanwil Jatim Kumpul Doakan Bangsa dan para Pemimpin RI

​Nanti Malam Jemput Lailatul Qadar, Kiai Asep juga Agendakan Buka Bersama Perwira TNI

​Buka Puasa Bersama para Perwira, Kiai Asep-Kapolres Mojokerto Gayeng saat Silaturahim

Segera Jadi Universitas Internasional, ​Hari Ini IKHAC Terima SK Ijin Operasional Program S3

Karena, kata Kiai Asep,  masukan yang tidak obyektif sama dengan menjerumuskan pemerintah. Dan yang menanggung akibatnya pasti pemerintah dan rakyat Indonesia.

Kiai Asep lalu menyinggung soal vaksin AstraZeneca. Menurut dia, seharusnya ulama – terutama Majelis Ulama Indonesia (MUI) – berpatokan pada kaidah alkhuruj minal khilaf mustahabbun. “Jadi keluar dari khilaf itu dianjurkan,” tegas Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu sembari mengatakan bahwa proses pembuatan vaksin AstraZeneca memakai tripsin pangkreas babi. 

Menurut dia, ulama harus menyelamatkan umat dari kemungkinan-kemungkinan bahaya yang bertentangan dengan agama, termasuk kemungkinan barang najis yang masuk ke dalam tubuh. Kiai Asep, sekali lagi mengatakan, jangan karena kita punya kepentingan lalu memberi masukan tidak obyektif pada pemerintah. (mma) 

Suami Takut Istri
Kamis, 06 Mei 2021 18:19 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dalam seminar bertema gender, Gus Dur ditanya seorang peserta. Pertanyaannya sangat sensitif dan pribadi. “Gus, katanya beberapa kiai juga takut pada istri. Apa Gus Dur juga takut pada istri?,” tanya orang itu....
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Jumat, 07 Mei 2021 06:07 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wartawan kondang Dahlan Iskan mencatat dua waswas setelah pengumuman pertumbuhan ekonomi triwulan pertama 2021 ternyata minus hampir 1 persen.Apa saja? Silakan baca tulisan wartawan kawakan itu di HARIAN BANGSA dan BANGSA...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Jumat, 07 Mei 2021 10:42 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...