Bupati Gus Yani saat berbincang dengan pimpinan perusahaan usai FGD. (foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE)
Permintaan Bupati Gus Yani ini sangat serius. Bahkan orang nomor satu di Pemkab Gresik ini menyatakan akan keliling ke beberapa perusahaan untuk memeriksa KTP pekerjanya.
"Kalau memang masih ada perusahaan pengerah tenaga kerja yang masih mengutamakan orang luar Gresik dengan kompensasi tertentu, saya tidak segan-segan untuk meminta kepada perusahaan penyedia tenaga kerja agar menghentikan kontraknya," katanya.
Sementara itu, Wabup Bu Min mengungkapkan banyaknya alumni sekolah menengah kejuruan (SMK) yang tidak terserap dunia kerja. Menurutnya, fakta ini tidak sesuai yang diharapkan.
"Kami mohon dukungan dari dunia industri dan pengusaha agar dapat membantu permasalahan ini. Misalnya mengadakan kerja sama dengan SMK dengan memberikan bantuan atau semacam informasi jenis kebutuhan tenaga kerja yang diinginkan. Hal ini agar masyarakat sekitar industri bisa terserap," pintanya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Gresik Much. Abdul Qodir mengusulkan agar lulusan sekolah seperti SMK bisa terkover lowongan pekerjaan, tata kelola pendidikan diubah agar lebih responsif terhadap industri yang ada. (hud/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




