Mensos RI Tri Rismaharini bersama Bupati Gus Yani saat memberikan keterangan pers soal DTKS kemiskinan. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE.com
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Menteri Sosial (Mensos) RI Tri Rismaharini meminta Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab Gresik agar secepatnya menyetorkan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hingga 100 persen. Sebab, setelah Kemensos mencoret data KPM yang invalid, ternyata masih cukup banyak DTKS KPM yang belum disetorkan lagi ke Kemensos.
"Hingga kini, Kemensos belum bisa menindaklanjutinya," ujar Risma usai bertemu Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, di Pendopo Bupati Gresik, Sabtu (27/3/2021).
BACA JUGA:
- Usai Tragedi Santri Gantung Diri, Pemkab Gresik Dampingi Psikologis Anak di Ponpes Al-Amin
- Deklarasi SPMB 2026, Bupati Gresik Tegaskan Tolak Titipan dan Pungli
- Isi Kekosongan Kabag Prokopim dan Umum, Bupati Gresik Tunjuk Plt
- Sekda Gresik Serahkan SK Pensiun Kadis Pertanian, Kenaikan Pangkat dan Tugas Belajar ASN
Menurut Risma, DTKS KPM Gresik yang masuk ke Kemensos RI baru 67 persen. Karenanya, dia minta agar data tersebut disempurnakan. Kalau ada tambahan usulan, Mensos tetap menyilakan untuk segera disampaikan.
Sementara untuk program pemberdayaan masyarakat, kata Risma masih akan dipetakan oleh Bupati Fandi Akhmad Yani dan jajarannya, terkait apa yang dibantu oleh Kemensos. Dikatakan Risma, untuk menyesuaikan data kemiskinan, bisa cukup lama. Karena harus sama dengan data kependudukan.
"Senin (29/3/2021) malam data sudah harus masuk. Kalau nanti belum, nanti saya akan kirim orang ke sini (Gresik) untuk bantu," kata mantan Wali Kota Surabaya dua periode ini.
Disinggung soal angka kemiskinan di Kabupaten Gresik masih tinggi, mencapai di atas 12 persen, Risma tak mempermasalahkannya asalkan datanya valid. Ia kemudian menceritakan pengalamannya saat menjadi Wali Kota Surabaya dalam penanganan kemiskinan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




