Rabu, 12 Mei 2021 19:05

Megah dan Artistik, Bangunan Bagian dari Pendopo Agung Panjalu Jayati Bisa Memikat Wisatawan

Sabtu, 27 Maret 2021 08:26 WIB
Editor: Tim
Wartawan: Muji Harjita
Megah dan Artistik, Bangunan Bagian dari Pendopo Agung Panjalu Jayati Bisa Memikat Wisatawan
Rumah Dinas Bupati Kediri atau sering disebut Pringgitan yang bergaya Indische Empire, terletak di belakang Pendopo Agung Panjalu Jayati. foto: Muji Harjita/ Bangsaonline.com

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pendopo Agung Panjalu Jayati - meski namanya baru diresmikan pada tanggal 25 Maret 2021 - berbarengan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1217, ternyata menjadi perhatian masyarakat. Mereka ingin datang untuk menikmati nuansa zaman kolonial.

Bahkan ada netizen yang mengutarakan keinginannya untuk melihat dari dekat bangunan itu, terutama bagian pringgitan (rumah dinas bupati) yang dibangun di masa penjajahan Belanda.

Rumah dinas bupati yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Pendopo Panjalu Jayati ini memang dibangun di era penjajahan Kolonial Belanda, dengan gaya arsitektur 'Indische Empire' yang populer sekitar tahun 1800 - 1915. Gaya kolonial inilah yang menjadi daya tarik wisatawan untuk datang.

Yuli Marwantoko, Kabid Sejarah dan Purbakala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri dalam rilisnya menjelaskan bahwa Kediri merupakan salah satu kota tua yang masih mencirikan tradisional dengan menganut konsep-konsep kosmologis yang terlihat jelas pada pembagian ruang serta arsitektur bangunannya.

BACA JUGA : 

Bahas Kerja Sama Sektor Wisata, Bupati Kediri dan Bupati Trenggalek Bakal Siapkan Diskon

Gelar Musrenbang, Pemkab Kediri Susun Strategi Bersaing Level Nasional

Terus Perjuangkan Raperda Pengelolaan dan Perlindungan Sumber Air, ARPL Temui Kadisparbud

Mas Bup Dhito Jadi Inspektur Upacara Apel Pergeseran Pasukan Operasi Ketupat 2021

Menurut Yuli, konsep kosmologis ini lebih mudah dikenali sebagai konsep Mancapat-Mancalima (keblat papat-limo pancer) yang merujuk pada empat penjuru mata angin dengan pusatnya berada di Pendopo Panjalu Jayati.

"Secara imajiner, pendopo kabupaten merupakan pusat dari lingkaran mikrokosmos yang dikelilingi oleh alun-alun, masjid agung, pasar, serta rumah-rumah/kampung abdi bupati," kata Yuli, Sabtu (27/3).

Dikatakan oleh Yuli, keberadaan Pendopo Panjalu Jayati ini cukup menarik, karena arah hadapnya yang berbeda dengan pendapa-pendapa kota/kabupaten tradisional lainnya di Jawa. Meskipun menganut simbolis yang sama, bangunan Pendopo Panjalu Jayati ini menghadap ke barat. Sedang pendopo di daerah lain rata-rata memiliki arah hadap ke selatan.

Yuli mengungkapkan, pendopo dalam bahasa Jawa berasal dari kata "mandhapa", yakni bangunan terbuka tempat sang pemimpin turun untuk menemui rakyatnya. Bangunan Pendopo Panjalu Jayati ini berbentuk tajuk (bangunan dengan atap menyatu pada satu titik), ditopang dengan empat saka guru dengan kontruksi tumpangsari.

"Di sisi timur pendopo terdapat rumah dinas Bupati Kediri yang bersambung dengan pendopo. Bangunan ini memiliki gaya 'Indische Empire' yang populer sekitar tahun 1800-1915-an. Rumah dinas Bupati Kediri ini juga sering disebut Pringgitan," terang Yuli.

Ditambahkan oleh Yuli, ciri-ciri umum gaya arsitektur Indische Empire adalah tidak bertingkat, atap perisai, berkesan monumental, halamannya sangat luas, masa bangunannya terbagi atas bangunan pokok/induk dan bangunan penunjang yang dihubungkan oleh serambi atau gerbang, denah simetris, serambi muka dan belakang terbuka dilengkapi taman.

Masih menurut Yuli, berdasarkan cacatan sejarah, gaya kolonial (Dutch Colonial) adalah gaya desain yang cukup populer di Belanda (Netherland) tahun 1624-1820. Gaya desain ini timbul dari keinginan dan usaha orang Eropa untuk menciptakan daerah jajahan seperti negara asal mereka.

"Gaya arsitektur kolonial di Indonesia dalam perkembangannya terbagi menjadi tiga yaitu; Indische Empire style (Abad 18-19); Arsitektur Transisi (1890-1915), dan Arsitektur Kolonial modern (1915-1940). Sedang bangunan rumah dinas bupati atau sering disebut 'pringgitan' yang merupakan bangunan tak terpisahkan dari Pendopo Panjalu Jayati bergaya arsitektur Indische Empire," tutup Yuli.(uji).

Jual Telur Infertil, 2 Warga Pasuruan Dicokok Polisi
Senin, 10 Mei 2021 23:24 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Aparat Polres Pasuruan mengamankan 2 orang pelaku perdagangan telur ayam infertil. Selain memperdagangkan telur infertil atau afkir, keduanya juga menjual limbah telur tak layak konsumsi, kepada produsen roti rumahan...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Rabu, 12 Mei 2021 04:55 WIB
Oleh: Dahlan Iskan --- YANG saya bicarakan ini adalah listrik untuk usaha. Untuk bisnis –perdagangan dan terutama industri.Bukan listrik untuk rumah tangga.Amerika Serikat mendapatkan sumber utama listrik dari gas yang murah. Tiongkok dari ten...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...