Kepala Bulog Cabang Kediri Mara Kamin Siregar didampingi Wakil Kepala Bulog Kediri Estu Rahmatingtyas. (foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE)
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Petani di Kabupaten Kediri saat ini sedang resah dan bingung, karena setelah panen raya, ternyata hasil panennya ditolak oleh Bulog dengan alasan gabahnya ada yang masih hijau alias masih muda. Padahal saat memanen, petani sudah melakukan sesuai arahan petugas lapangan dan sudah sesuai jadwal panen. Akibatnya, puluhan ton gabah kering milik petani saat ini, nasibnya tak menentu.
Suyitno (48), Ketua Kelompok Tani Waru-Waru Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri menjelaskan bahwa setelah panen, petani sudah mencoba menjual gabah hasil panen tahun ini ke Bulog. Akan tetapi, ditolak oleh Bulog dengan alasan masih ada gabah hijau.
BACA JUGA:
- Stok Beras Melimpah, Anggota Komisi VIII DPR RI Apresiasi Kinerja Bulog Kediri
- Bulog Kediri Pastikan Stok Beras Aman hingga 14 Bulan Kedepan, Harisun: Masih Akan Bertambah
- Bulog Kediri Salurkan Bantuan Pangan ke 34.296 Warga Jelang Idulfitri
- Bulog Kediri Salurkan 557 Ribu Liter MinyakKita, Harga Stabil Sesuai HET
Karena ditolak Bulog, lanjut Suyitno, maka pihaknya akan menyimpan gabah tersebut sampai harga gabah kering naik. Karena harga gabah di pasaran sendiri juga sedang jatuh, yakni hanya berkisar antara Rp3.000-4.300 per kg.
"Di Desa Paron saja, ada tiga kelompok tani. Masing-masing kelompok tani jumlah anggota 30-35 orang dan rata-rata setiap kelompok mengelola sekitar 40 hektare lahan," kata Suyitno, Senin (22/3/2021).

(Suyitno, petani asal Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri saat menunjukkan gabah yang ditolak Bulog)
Sementara itu, Kepala Bulog Cabang Kediri Mara Kamin Siregar didampingi Wakil Kepala Bulog Kediri Estu Rahmatingtyas saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa Perum Bulog Cabang Kediri pada intinya siap melakukan serapan gabah dan beras untuk cadangan beras pemerintah.
"Perum Bulog Kantor Cabang Kediri siap mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras petani pada masa panen raya tahun ini guna meningkatkan cadangan beras pemerintah (CBP)," kata Mara Kamin Siregar di kantornya, Senin (22/3/2021).
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




