Pelabuhan Ketapang tampak lengang di Hari Raya Nyepi 2021.
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Arus mudik Hari Raya Nyepi 2021 di Banyuwangi menurun drastis jika dibandingkan sebelum adanya pandemi Covid-19. Hal tersebut diungkapkan Marsadik, Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang.
"Untuk arus menurun drastis ya. Untuk angkutan landai cenderung sepi. Ya mungkin pandemi," kata Marsadik kepada wartawan, Minggu (15/3/2021).
BACA JUGA:
- Polres Amankan Pawai 25 Ogoh-Ogoh di Tengah Suasana Ramadhan
- Sambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, Umat Hindu di Kediri Gelar Festival Ogoh-Ogoh
- Remaja yang Dilaporkan Hilang di Puncak Ijen, Ternyata Ditinggal Temannya
- Gagal Nyalip Truk, Motor yang Dikemudikan Ibu di Banyuwangi Alami Laka hingga Tewaskan 1 Anak
Dikatakanya, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab turunnya jumlah kendaraan tersebut, yakni kesulitan ekonomi masyarakat di Bali serta pembatasan pergerakan masyarakat dalam jumlah besar di masa pandemi ini.
"Mungkin ekonomi masyarakat Bali lagi terpuruk. Sehingga tahun lalu momen untuk bisa keluar. Belum lagi, pemberlakuan PPKM Mikro di Bali mewajibkan syarat rapid test antigen yang membutuhkan biaya yang mahal dibandingkan ongkos penyeberangan," imbuhnya.
Marsadik mengungkapkan, sesuai data yang ada, pada tahun sebelumnya jumlah kendaraan yang menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk Bali menuju Ketapang Banyuwangi mencapai 3.000 kendaraan. Namun pada tahun ini, jumlah kendaraan yang menyeberang dari Bali berkisar 600 kendaraan saja.
"Menurun drastis saat ini. Semoga saja pandemi COVID-19 cepat berlalu," pungkasnya. (guh/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




