Jumat, 23 April 2021 10:14

Bersama Forkopimda, Gubernur Khofifah Canangkan Gerakan Santri Bermasker

Kamis, 25 Februari 2021 22:40 WIB
Editor: MMA
Bersama Forkopimda, Gubernur Khofifah Canangkan Gerakan Santri Bermasker
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Forkopimda saat mencanangkan Gerakan Santri Bermasker yang digagas oleh Polda Jatim di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Polda Jatim, Kamis (25/2/2021). foto: ist

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Penyebaran Covid-19 di Jawa Timur yang masih terus berlangsung membuat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tak pernah diam. Bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Pangkoarmada II Laksda TNI I N.G. Sudihartawan, Gubernur Khofifah mencanangkan Gerakan Santri Bermasker yang digagas oleh Polda Jatim di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Polda Jatim, Kamis (25/2/2021).

Kegiatan tersebut dihadiri Pimpinan Ponpes Bumi Sholawat Sidoarjo KH. Agoes Ali Masyhuri, Ketua PW Muhammadiyah Jatim KH. Saad Ibrahim, Sekretaris Umum MUI Jatim Prof. Dr. Muzakky, Bendahara PWNU Jawa Timur KH. Rosidi, Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, serta Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono.

Pada saat pencanangan, perwakilan santri dan santriwati dari Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo membacakan Ikrar Santri Jawa Timur. Di mana, terdapat 5 poin yang menjadi hal penting dalam ikrar tersebut.

Pertama, selalu memakai masker dalam setiap kegiatan di dalam dan luar pondok pesantren. Kedua, selalu menjaga jarak antar santri maupun orang lain. Ketiga, menjaga kebersihan dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer. Keempat, membatasi mobilitas dan interaksi yang tidak perlu. Kelima, menghindari kerumunan dengan jarak minimal satu meter.

BACA JUGA : 

Ekonomi Jatim Bangkit! Ini Data Detailnya!

7 Titik 8 Rayon Penyekatan Siap Hadang Pemudik Nekat, Gubernur Khofifah Pesan Ini

Diminta Khofifah Desain Masjid Islamic Centre Jatim, Kang Emil Sanggup Desainkan Paling Keren

Polda Jatim dan PT. Semen Indonesia Siap Kerja Sama Jaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Semen

Seusai pencanangan, Gubernur Jatim yang akrab disapa Khofifah ini menegaskan bahwa masker berfungsi melindungi para santri dari bahaya penularan Covid-19. Tak hanya mengingatkan pentingnya bermasker, dirinya juga mengingatkan pentingnya menggunakan masker dengan benar.

"Gerakan santri bermasker menjadi ikhtiar bersama untuk saling melindungi satu sama lain, sehingga bisa saling terlindungi dari Covid-19. Karenanya, bagi para santri tidak bisa satu bermasker, satunya lagi melepas masker," tegas Khofifah.

Menurut Gubernur perempuan pertama di Jatim ini, Gerakan Santri Bermasker ini bisa menjadi bagian penguatan dari pelaksanaan disiplin protokol kesehatan di Jatim. Apalagi di Jatim terdapat lebih enam ribu pondok pesantren, dengan jumlah santri mencapai hingga sembilan ratus ribu lebih.

"Jumlah santri di Jatim cukup banyak, dan kegiatan mereka juga sangat padat. Karenanya, protokol kesehatannya harus betul-betul dikawal," terang Khofifah.

Pada kesemptan yang sama, Gubernur Khofifah kembali mengingatkan kepada para santri untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan 5M. Seperti memakai masker, menjaga jarak yang aman, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Ini penting, karena seperti diketahui bersama meskipun sudah ada upaya vaksinasi tetapi Covid-19 sampai saat ini belum ada obatnya.

“Meskipun sudah mulai dilakukan proses pemberian vaksinasi Covid-19 pada tahap kedua, semua elemen masyarakat harus tetap meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan,” ujar Khofifah sambil menjelaskan berdasarkam data Kemenkes tokoh agama yang diberikan vaksinasi Covid-19 untuk tahap kedua di Jawa Timur sebanyak 9.377 orang sebagaimana diketahui tahap pertama baru untuk tenaga kesehatan..

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengatakan, Gerakan Santri Bermasker menjadi bagian penting dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Jatim. Karenanya, guna mendukung gerakan tersebut, pihaknya juga membagikan sebanyak 1.212.000 masker untuk pondok pesantren yang ada di Jatim.

“Santri menjadi basis yang kuat dan penting dalam menghadapi Covid-19,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ia menyampaikan terima kasih atas sinergitas yang telah dibangun selama ini, baik antar Forkopimda Jatim maupun dengan masyarakat. Sehingga kondisi Kamtibmas berjalan dengan kondusif, aman dan terkendali. Begitu juga dengan sinergitas dalam menghadapi Covid-19 juga berjalan dengan baik. (*) 

BJ Habibie juga Kalah dengan Orang Madura
Jumat, 23 April 2021 00:41 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Ternyata tidak hanya Gus Dur yang kalah dengan orang Madura (Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (6). BJ Habibie juga kalah dengan Orang Madura. Dalam Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan edisi ke-11, M Mas’ud Adnan – sang ...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Kamis, 22 April 2021 09:45 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Banyak negara mulai mengumumkan pertumbuhan ekonominya setelah didera pandemik Covid-19. Yang paling tinggi Tiongkok. Tapi pertumbuhan ekonomi India juga mengejutkan. Hanya saja Covid-19 di India gila-gilaan. Seti...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Jumat, 23 April 2021 06:48 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...