Senin, 19 April 2021 16:04

Cerita Pasutri di Tuban Kenal di Lapas, Menikah, Mencuri, Hingga Akhirnya Masuk Lapas Bareng Lagi

Senin, 22 Februari 2021 15:54 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Cerita Pasutri di Tuban Kenal di Lapas, Menikah, Mencuri, Hingga Akhirnya Masuk Lapas Bareng Lagi
Pasutri tersangka pencurian kendaraan bermotor saat dihadirkan dalam rilis pers di Mapolres Tuban, Senin (22/1).

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kekompakan pasangan suami istri (Pasutri) di Kabupaten Tuban ini layak diacungi jempol. Namun, amat disayangkan kekompakan mereka berdua itu dilakukan dalam hal tindak kriminal pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Keduanya, yakni Rosyidi (43) warga Desa Londonwetan, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, dan Sumiyah (42) asal Desa Pakis, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban.

"Pasangan ini ketemu saat sama-sama berada di dalam lapas. Setelah keduanya keluar, mereka langsung menikah, dan melakukan pencurian bersama-sama," ujar Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono saat rilis pers di mapolres setempat, Senin (22/2/2021).

Kapolres menjelaskan, dalam melancarkan aksinya, kedua pelaku mencari sasaran rumah yang kondisinya kosong ditinggal pemiliknya. Kebanyakan saat pagi hari, ketika pemilik rumah sedang menunaikan ibadah shalat subuh. Mereka kemudian mengambil sepeda motor korban yang terparkir di dalam rumah.

BACA JUGA : 

​Antisipasi Aksi Balap Liar, Polres Tuban Siagakan Personel di JLS dan Soekarno-Hatta

Cerita 16 Nelayan Terombang-ambing 2 Jam di Laut, Hingga Diselamatkan Kapal MT Queen Majesty

Kapal Terbakar, 16 Nelayan yang Diselamatkan Kapal MT Queen Tiba di Tuban

Semakin Merajalela, Warga Minta Polisi Segera Tertibkan Balap Liar di Tuban

Aksi keduanya harus terhenti seletah melancarkan aksi terakhirnya di rumah Sigit Hari Widodo (22) warga Desa Cingklung, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban.

"Saat beraksi mereka selalu berboncengan, sang istri memasuki rumah dan mengambil barang korbannya. Sementara suaminya menunggu di luar rumah," imbuh mantan Kapolres Madiun itu.

BACA JUGA: Kompak Curi Motor, Kakak-Adik di Tuban Dilumpuhkan Polisi

Pria dengan dua melati di pundak ini menuturkan, dari hasil penulusuran, pasutri itu telah melakukan aksi serupa di beberapa wilayah. Di antaranya Kecamatan Widang, Semanding, Merakurak, Palang, dan Plumpang. Selain itu, mereka berdua juga pernah melakukan aksinya di Kabupaten Sidoarjo dan Gresik.

"Sementara ini ada 7 TKP dan telah menjual sebanyak 9 unit motor. Dari sekian banyak TKO ini keduanya tidak pernah kepergok sama pemilik rumah atau warga lainnya," tutur kapolres kelahiran Ngawi tersebut.

BACA JUGA: Sakit Hati Karena Mertua Tak Dikasih Utangan, Perempuan di Tuban Nekat Curi Emas Tetangga

Sementara dari pengakuan Sumiyah, barang hasil pencurian yang didapat dijual di Kabupaten Rembang dengan harga Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta. Dalam sebulan, dirinya mampu menjual sebanyak 1 unit motor curian. Sementara uang hasil berjualan motor curian dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Hasilnya untuk kebutuhan sehari-hari," ujarnya

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 363 ke 3E dan 4E KUH dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. (gun/rev)

Teh Panas Rp 5.000, Teh Dingin Rp 10.000, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (7)
Minggu, 18 April 2021 22:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com –Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan kali ini M Mas’ud Adnan – sang narator - mereview tentang orang Madura yang tiba-tiba haus. Ia pun pergi ke warung di pinggir jalan. Ia membeli teh. Di warung itu semua barang yang ...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 19 April 2021 05:29 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dua guru besar ini punya integritas dan reputasi tinggi di bidangnya masing-masing. Nah, Dahlan Iskan kali ini tak banyak menulis. Tapi menurunkan pandangan dua profesor yang dua-duanya kontra dan kritis terhadap Vaksin...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...