Selasa, 20 April 2021 05:23

Hindari Operasi Yustisi, Pengendara Motor di Blitar Nekat Tabrak Petugas

Kamis, 18 Februari 2021 12:57 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
Hindari Operasi Yustisi, Pengendara Motor di Blitar Nekat Tabrak Petugas
Kholil berhasil dihentikan setelah sempat menabrak petugas dishub lantaran hendak menghindari operasi yustisi.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Ada-ada saja kelakuan pengendara untuk menghindari operasi yustisi protokol kesehatan. Di Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, seorang pengendara motor menabrak petugas Dinas Perhubungan (Dishub) yang sedang menjalankan tugas operasi yustisi bersama Satpol PP, TNI, dan Polri, Kamis (18/2/2021).

Pengendara sepeda motor tersebut bernama Kholil (39) warga Desa Jimbe, Kecamatan Kademangan. Saat gelaran operasi yustisi, pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang cukur rambut itu sedang melaju dari selatan ke utara.

Begitu mengetahui ada operasi yustisi, dia justru tancap gas mempercepat laju sepeda motornya berusaha kabur. Meskipun sudah berusaha dihentikan oleh petugas.

Kholil berhasil lolos dari beberapa petugas. Namun saat berusaha menerobos hingga menabrak petugas dishub, laju kendaraannya berhasil dihentikan. Hingga kemudian langsung diamankan di lokasi sidang ditempat operasi yustisi.

BACA JUGA : 

Operasi Non Yustisi, Satpol PP Kota Kediri dan Tim Gabungan, Dapati 33 Orang Tak Bermasker

Pimpin Operasi Yustisi, Kapolres Mojokerto Kota Imbau Jangan Mudik

Tumpukan Ribuan Identitas Pelanggar Prokes Bikin Bingung Kejari Sidoarjo

Razia Kamar Kos di Kota Blitar, Petugas Temukan Pasangan di Bawah Umur

"Saya takut pak, karena tidak pakai masker dan tidak punya uang kalau kena denda," kata Kholil di depan petugas.

BACA JUGA: Operasi Yustisi di Beberapa Titik Jaring 55 Pelanggar Prokes

Selain diamankan untuk ditindak, petugas juga memeriksa barang bawaan Kholil. Saat diperiksa isi tasnya, Kholil ketahuan tidak membawa identitas apapun, baik KTP maupun SIM, termasuk STNK sepeda motor. Namun di dalam tasnya petugas menemukan tumpukan plastik klip, serta beberapa obat CTM yang diduga akan disalahgunakan. Namun dia menyampaikan alasan yang dapat diterima petugas soal plastik klip dan obat CTM tersebut.

"Plastik klip itu untuk menyimpan silet, agar tidak berkarat dan awet tajam (untuk cukur rambut, red). Kalau obatnya, untuk istri saya yang alergi," terang Kholil.

Setelah digeledah dan diberi sanksi, drama berakhir dengan permintaan maaf Kholil kepada petugas. Utamanya petugas yang nyaris ia tabrak. "Saya minta maaf pak, karena takut dan panik sampai menabrak petugas," kata Kholil.

Sementara Kabid Penegakkan Perda (Gakda) Satpol PP Provinsi Jawa Timur, Hanis bersama 7 orang personel yang ikut dalam operasi yustisi itu mengatakan, pihaknya berkeliling ke daerah-daerah di Jawa Timur, melakukan Operasi Yustisi penerapan prokes pencegahan penyebaran Covid-19 bekerja sama dengan Satpol PP daerah kabupaten/kota. Sasarannya, pengguna jalan yang banyak melakukan aktivitas di luar rumah, sehingga berpotensi tertular atau menyebarkan Covid-19.

"Dari evaluasi kami yang perlu ditingkatkan adalah cara pemakaian masker yang benar. Karena masih banyak yang memakai masker dibawah hidung, atau asal pakai saja," ungkapnya.

Hasil dari operasi yustisi gabungan ini, terjaring 32 orang pelanggar terdiri dari 17 orang yang dikenakan sanksi tipiring, dan 15 orang sanksi sosial mengucapkan Pancasila dan push up. (ina/rev)

Polisi dan Tukang Becak, Madura Kok Dilawan
Senin, 19 April 2021 21:38 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episoode ke-8 ini mereview tukang becak asal Madura yang dihadang polisi karena dianggap melanggar rambu-rambu lalu lintas. Di jalan raya itu memang tertancap rambu lalu lintas berupa ga...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 19 April 2021 05:29 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dua guru besar ini punya integritas dan reputasi tinggi di bidangnya masing-masing. Nah, Dahlan Iskan kali ini tak banyak menulis. Tapi menurunkan pandangan dua profesor yang dua-duanya kontra dan kritis terhadap Vaksin...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...