Senin, 19 April 2021 16:58

Bisnis Pembuatan Bantal Leher Tembus Palembang, Meski Omzet Turun karena Covid-19

Sabtu, 13 Februari 2021 17:45 WIB
Editor: Tim
Wartawan: Muji Harjita
Bisnis Pembuatan Bantal Leher Tembus Palembang, Meski Omzet Turun karena Covid-19
Istri Yulianto saat membantu membuat bantal leher. Foto: Kominfo.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pandemi Covid-19 yang saat ini masih berlangsung, ternyata juga berdampak kepada usaha UMKM di Kabupaten Kediri. Namun seorang pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang sehari-hari memproduksi bantal leher masih tetap eksis melakukan kegiatan produksi meskipun omzet yang diterima mengalami penurunan.

Salah satu penyebabnya adalah pandemi Covid-19 yang membuat daya beli masyarakat menurun. Meskipun omzet penjualan turun, namun usaha tersebut tetap ditekuni hingga sekarang.

Ia adalah Yulianto, warga Desa Toyoresmi Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Dengan dibantu oleh istrinya, usaha yang ia rintis sejak akhir tahun 2017 silam adalah membuat bantal leher yang sering digunakan saat melakukan perjalanan, terutama bagi para penumpang dan pengendara mobil.

Bahan yang digunakan untuk membuat bantal ini yaitu kain velboa yang kerap digunakan untuk membuat boneka serta dakron sebagai isi. Agar lebih menarik, bantal dihias dengan kain perca yang membentuk tulisan atau motif-motif lucu.

BACA JUGA : 

Makam Mbah Mursyad Sudah Dibuka untuk Peziarah

Hindari Kemacetan Menuju Kota Kediri, Warga Bulusari Ini Pilih Naik Perahu

Masih Pandemi, Makam Mbah Wasil Kediri Belum Bisa Diziarahi

Dandim dan Kapolres Kediri Kota Gelar Giat Santri Gruduk Masjid Panjalu

Usaha ini berawal saat Yuli mengetahui harga bantal leher di pasaran cukup mahal, namun dengan kualitas yang biasa. Kemudian ia belajar membuat sendiri dengan peralatan yang ada, dan ternyata hasilnya diminati banyak orang, terutama tetangga sekitar tempat tinggalnya. Dari sinilah ia kemudian mulai menekuni pembuatan secara home made.

"Awalnya ingin membeli untuk bepergian dan di toko harganya mahal sekali. Akhirnya saya tertarik untuk menekuni bisnis ini, karena secara kasat mata pembuatannya sangat mudah dan prospek pasar yang cukup bagus,” terang Yulianto.

Sebelum adanya pandemi, setiap hari ia bisa memproduksi 25 hingga 35 buah bantal leher. Biasanya pesanan bantal leher datang dari instansi seperti perbankan ataupun asuransi untuk merchandise. Tak jarang pesanan juga datang dari yayasan untuk kegiatan tertentu.

Satu buah bantal leher dibanderol mulai harga Rp 18.000 sampai Rp 50.000, tergantung model dan bentuknya. Omzet yang didapat setiap bulan cukup tinggi, sekitar 4 sampai 5 juta rupiah. Pesanan dan omzet tertinggi biasa didapat saat momen tertentu, biasanya pada gelaran akhir tahun.

“Pada momen tertentu memang pesanan dan omzet bisa meningkat sampai 200 persen. Karena selain bisa langsung membeli boneka di rumah produksi, juga kami pasarkan melalui media online,” tuturnya.

Di masa pandemi ini pesanan dan omzet yang dihasilkan mengalami penurunan sekitar 25 persen. Walaupun begitu, ia mengaku jika produksi bantal leher masih berjalan. Untuk tetap bertahan, pemasaran gencar ia lakukan secara online.

Tak hanya di Kediri, pesanan bantal leher bahkan datang dari Jember dan Palembang. "Alhamdulillah produksi masih jalan, pesanan juga masih ada, yang namanya usaha ya tetap disyukuri saja,” tutupnya. (uji).

Teh Panas Rp 5.000, Teh Dingin Rp 10.000, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (7)
Minggu, 18 April 2021 22:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com –Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan kali ini M Mas’ud Adnan – sang narator - mereview tentang orang Madura yang tiba-tiba haus. Ia pun pergi ke warung di pinggir jalan. Ia membeli teh. Di warung itu semua barang yang ...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 19 April 2021 05:29 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dua guru besar ini punya integritas dan reputasi tinggi di bidangnya masing-masing. Nah, Dahlan Iskan kali ini tak banyak menulis. Tapi menurunkan pandangan dua profesor yang dua-duanya kontra dan kritis terhadap Vaksin...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...