Pj. Bupati Sidoarjo Hudiyono bersama Kapolresta, Dandim 0816, Kadinkes Sidoarjo serta jajaran Forkopimka Sidoarjo saat meninjau kawasan PPKM Mikro di Desa Bluru.
Penerapan PPKM Mikro akan dilaksanakan sesuai dengan zona. Di Zona merah kegiatannya akan secara ketat dibatasi. Untuk zona oranye ketat, kuning sedikit longgar, dan hijau biasa saja.
"Artinya kegiatan semua harus sama-sama saling mendukung mengisi. Walaupun desa sebelah kuning, harus tetap menjaga. Nanti akan dilakukan operasi yustisi prokes juga di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Khusus untuk wilayah yang zonanya merah," tambah Kombes Pol. Sumardji.
Dalam kesempatan itu, Pj. Bupati Sidoarjo Hudiyono bersama Kapolresta, Dandim 0816, Kadinkes Sidoarjo serta jajaran Forkopimka Sidoarjo juga meninjau kawasan PPKM Mikro dan pelaksanaan rapid test antigen warga di Desa Bluru. Hudiyono mengapresiasi upaya warga guna mensukseskan program ini.
"Ini artinya masyarakat sudah memiliki kesadaran yang tinggi bahwa mereka sudah mengerti pentingnya mematuhi segala peraturan guna memutus mata rantai Covid-19, yakni dengan diberlakukannya sanksi pribadi, perusahaan dan faktor lainnya. Ini adalah tindakan edukasi RT-RW maupun desa agar kita bersama-sama menekan laju pertambahan Virus Corona," katanya.
Bahkan, lanjut Hudiyono, di beberapa desa lain sudah mulai terbentuk kawasan PPKM Mikro. Ada juga yang terbentuk secara mandiri, misalnya di Pucanganom, Sidoarjo. “Kesadaran warga seperti inilah, yang menjadi efektivitas dan percepatan penanganan Covid-19,” pungkasnya.
Sementara Kepala Desa Bluru Kidul Tri Prasetiyono, mengatakan bahwa pihaknya bersama warga menyadari bahwa mulai dari PSBB hingga saat ini PPKM mikro adalah langkah efektif guna menekan penyebaran Covid-19.
"Terbukti dari diadakannya rapid test di desa ini, warga begitu antusias mengikutinya. Kemudian mempersiapkan segala kebutuhan pembentukan kawasan PPKM mikro, warga juga solid saling membantu dan berkordinasi bersama jajaran TNI-Polri," katanya. (cat/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






