Kamis, 17 Juni 2021 12:42

Kasus ​BKSM Terus Berlanjut, Kejaksaan Negeri Ponorogo Periksa Sejumlah Kepala SMP

Selasa, 26 Januari 2021 15:37 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Novian Catur
Kasus ​BKSM Terus Berlanjut, Kejaksaan Negeri Ponorogo Periksa Sejumlah Kepala SMP
Sejumlah kepala SMP/SMPN saat memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri Ponorogo terkait BKSM. (foto: ist)

PONOROGO, BANGSAONLINE.com - Kejaksaan Negeri Ponorogo terus menyelidiki kasus dugaan penyalahgunaan wewenang dan penyimpangan Bantuan Keluarga Siswa Miskin (BKSM). Usai memintai keterangan sejumlah kepala sekolah tingkat SD negeri se-Ponorogo, kini Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo secara maraton memanggil sejumlah kepala sekolah tingkat SMP/SMPN, Selasa (26/1/2021).

Kepala SMPN 1 Babadan Imam Saifudin saat dikonfirmasi usai memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri Ponorogo membenarkan bahwa kedatangannya ke kantor lembaga adhyaksa guna memenuhi panggilan terkait BKSM.

"Dan terkait BKSM, bantuan itu sudah diterima sekolahan dalam bentuk barang dari koperasi yang ditunjuk oleh dinas pendidikan," ujarnya.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Ponorogo Ahmad Affandi mengatakan bahwa Kejaksaan Negeri Ponorogo saat ini masih melakukan penyelidikan terkait BKSM dengan memanggil kepala SMP/SMPN, dan ini akan terus dilakukan secara maraton.

BACA JUGA : 

Pembagian 13 Kios Pasar Legi Tak Jelas, Sejumlah Pedagang Datangi Kejari Ponorogo

​Kasus BKSM Lanjut Terus, Kejari Ponorogo Panggil Supplier

Kasus BKSM Terus Bergulir, Kejaksaan Negeri Ponorogo Periksa Sejumlah Kepala Koperasi KPRI

​BKSM Diwujudkan Barang, Kejari Ponorogo Periksa Sejumlah Kepala SDN

"Tentunya pemanggilan sejumlah kepala sekolah ini untuk mengusut bantuan BKSM, baik secara mekanisme penyaluran dan penerimaannya," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, BKSM yang dianggarkan melalui APBD tahun 2019-2020 senilai miliaran rupiah itu seharusnya diwujudkan uang senilai Rp 175 ribu ke rekening virtual masing-masing siswa. Tetapi pada kenyataannya justru berbeda.

BKSM itu dari rekening daerah Ponorogo ditransfer ke rekening sekolah, kemudian oleh pihak sekolah diwujudkan berupa barang seperti sepatu, kaos kaki, tas, serta alat tulis melalui koperasi. Bahkan lebih mirisnya lagi, koperasi yang telah ditunjuk oleh dinas pendidikan tersebut rata-rata menjual sembako, bukan menjual kebutuhan peralatan sekolah. (nov/zar)

Soal Anggaran Menhan untuk Alutsista Rp 1.700 Triliun, Ini Komentar Kiai Asep
Kamis, 17 Juni 2021 00:22 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Heboh anggaran untuk membeli Alutsista sebesar Rp 1.700 Triliun membuat Menteri Pertahanan Prabowo Subianto terus mendapat sorotan publik. Padahal, menurut Prabowo, master plan atau grand design itu permintaan ...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Kamis, 17 Juni 2021 05:46 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com-Di Indonesia, terutama di Bangkalan dan Kudus, Covid-19 mengganas. Ratusan orang meninggal dunia.Tapi di belahan dunia lain Covid-19 justru lenyap. Inilah yang terjadi di California. Warganya pun berpesta. Pesta merdeka Cov...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...