Jumat, 26 Februari 2021 01:53

​Dua Korban Sriwijaya Air Asal Pare Kediri Dimakamkan di TPU Desa Tulungrejo

Sabtu, 23 Januari 2021 14:53 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Muji Harjita
​Dua Korban Sriwijaya Air Asal Pare Kediri Dimakamkan di TPU Desa Tulungrejo
Jenazah Rahmania Ekananda dan putrinya Fathima Asoina saat di sholatkan di Masjid Al-Itqon

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Dua korban Sriwijaya Air SJ-182 asal Kediri, Rahmania Ekananda (40) dan anaknya Fathima Ashalina (2), yang teridentifikasi pada tanggal 18 Januari 2021 lalu, akhirnya dibawa ke rumah duka di Jalan Yos Sudarso, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri untuk selanjutnya dimakamkan di TPU Desa setempat, Sabtu (23/1/2021) siang.

Pantauan di lapangan, ambulans yang datang dari Surabaya berhenti sejenak di depan rumah duka. Peti jenazah tetap di ambulans (tidak diturunkan). Ibunda mendiang Rahmania Ekananda dan saudara menunggu di depan rumah dan melihat peti yang ada di dalam ambulans sejenak.

Kemudian, ambulans masuk ke halaman masjid Al-Itqon di seberang rumah duka untuk disalatkan. Usai disalatkan, kedua peti jenazah dimasukkan ke ambulans lagi untuk dibawa ke TPU Desa Tulungrejo yang jaraknya sekitar 1 km dari rumah duka.

Seperti diberitakan sebelumnya, duka mendalam dirasakan oleh Nanik Mardiyah, Warga Jl. Yos Sudarso Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Anak pertamanya, Rahmania Ekananda (40 tahun) dan dua cucunya, Fazila Amara (6 tahun) dan Fathima Azaoina (2,5 tahun), masuk dalam manifes pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang hilang kontak di Perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021) kemarin.

Ditemui sejumlah wartawan, Nanik menuturkan, Nia-sapaan Rahmania pergi ke Pontianak untuk ikut tugas suaminya, Letkol Ahmad Khaidir. Suami Nia merupakan seorang perwira AU yang bertugas di Lanud Supandio Pontianak selama 1 tahun terakhir.

Peti Jenazah Rahmania Ekananda saat akan dimasukkan lagi ke mobil Ambulance untuk dibawa ke TPU Desa Tulungrejo, Pare, Kediri. (Muji Harjita).

"Saya baru pulang dari Jakarta 3 hari yang lalu. Sebelumnya selama 1 minggu saya tinggal di rumah Nia. Kemarin Nia kirim foto, kalau sudah ada di Bandara Cengkareng dan akan terbang ke tempat suaminya di Pontianak," kata Nanik, Minggu (10/1/2021).

Saat berpamitan, Nanik sama sekali tidak merasakan firasat apa pun. Hanya saja selama satu minggu tinggal di Jakarta, anaknya ini terlihat sangat ingin menyenangkan dirinya.

"Nia bilang kalau pesawatnya tiba di Pontianak sekitar pukul 15.00 WIB. Saya telepon-telepon tidak diangkat. Terus saya telepon suaminya, suaminya hanya berkata sambil menangis, jika pesawat yang ditumpangi Nia dan anaknya hilang kontak," papar Nanik.

Sementara itu, kawan kecil SD dan SMP Rahmania Ekananda, Devi Yunita Santi menjelaskan, sebenarnya Rahmania sudah punya rencana akan menggelar sunatan massal bersama kawan-kawan komunitas sosial di Pare.

Menurut Devi, selama ini Nia juga sudah sering memberi donasi untuk kegiatan sosial kawan-kawannya di Pare. "Selama ini Jeng Nia sering membantu untuk kegiatan sosial. Beliau justru yang tanya duluan, kebutuhan apa yang diperlukan kawan-kawan," kata Devi. (uji/ns)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Kamis, 25 Februari 2021 07:52 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dahlan Iskan, wartawan kondang ini memang punya wawasan luas tentang ekonomi. Maklum, ia punya background sebagai pengusaha sukses. Bahkan mantan menteri BUMN. Maka ketika menulis tentang revaluasi aset negara sangat...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 20 Februari 2021 09:40 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Won...