Senin, 01 Maret 2021 13:25

Dewan Dukung SE Gubernur Jatim tentang Pencegahan Perkawinan Anak

Selasa, 19 Januari 2021 23:31 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Didi Rosadi
Dewan Dukung SE Gubernur Jatim tentang Pencegahan Perkawinan Anak
Hj. Aida Fitriati, M.Pd.I, Anggota Komisi E DPRD Jatim. foto: ist.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Masih tingginya angka perkawinan anak di Jawa Timur membuat banyak pihak prihatin. Pemprov Jatim pun tidak tinggal diam menyikapi kondisi tersebut. Terbukti, Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang pencegahan perkawinan anak di Jawa Timur per tanggal 18 Januari 2021.

Dalam Surat Edaran yang ditujukan kepada bupati dan wali kota se-Jawa Timur itu, gubernur berharap kepala daerah memerintahkan atau mengajak kepada camat, kepala KUA, lurah/kepala desa, ketua RW, ketua RT, dan seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan tindakan pencegahan terjadinya perkawinan anak. Sehingga proses perkawinan hanya boleh dilakukan bila usia calon pengantin perempuan minimal berusia 19 tahun. Namun dianjurkan sebaiknya perkawinan yang ideal dilakukan jika calon pengantin pria telah berusia 25 tahun dan calon pengantin perempuan telah berusia 21 tahun.

Aida Fitriati, Anggota DPRD Jatim mengapresiasi SE Gubernur tersebut. Menurut politikus PKB itu, dalam membina rumah tangga memang dibutuhkan kematangan secara psikologi.

"Saya setuju dengan surat edaran gubernur tersebut. Kalau menurut UU Perkawinan, usia 19 tahun dibolehkan melangsungkan perkawinan. Tapi secara kejiwaan dianjurkan calon pengantin perempuan minimal berusia 21 tahun dan calon pengantin pria minimal berusia 25 tahun. Dengan usia tersebut, secara psikologis lebih mampu mengendalikan emosi," tutur perempuan yang akrab disapa Ning Fitri itu, Selasa (19/1/2021).

Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Pasuruan ini menambahkan, selain pertimbangan psikologis, pertimbangan kesehatan pun menjadi acuan. Sebab dalam usia minimal 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun pria, organ reproduksi lebih siap.

Sebab, lanjut anggota Komisi E yang membidangi kesejahteraan rakyat (kesra) itu, calon orang tua harus siap secara fisik dan psikologis. Dengan begitu, anak yang dilahirkan pun akan sehat, terlebih bila ditunjang asupan gizi yang cukup.

"Nantinya kami juga akan sosialisasikan tentang ini di kalangan warga Muslimat NU, maupun masyarakat luas. Hal ini sudah masuk dalam perencanaan raker kemarin. Kami berharap perkawinan anak bisa dihindari," ujar cucu pendiri NU, KH. Wahab Chasbullah tersebut.

Berdasarkan data pengadilan agama, tercatat ada 5.127 perkawinan anak di berbagai lokasi di Jatim sepanjang 2019. Adapun pada 2020 jumlahnya meningkat menjadi 6.084 kasus. Ini adalah perkawinan anak yang laki-laki di bawah usia 19 tahun, kemudian wanitanya di bawah usia 16 tahun.

Angka perkawinan anak di bawah umur yang terjadi di Jatim layaknya fenomena gunung es. Artinya, ribuan kasus perkainan anak yang tercatat bisa jadi bagian kecil saja. Bisa jadi yang tidak tercatat lebih dari data itu, karena dinikahkan atau dikawinkan secara siri oleh tokoh agama setempat. (mdr/rev)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Senin, 01 Maret 2021 08:13 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.COM – Ternyata banyak sekali putra Indonesia yang punya potensi unggul. Di berbagai bidang. Termasuk penemuan tes Covid-19. Dalam tulisan edisi Senin, 1 Maret 2021, ini Dahlan Iskan mengangkat tentang I-Nose, hasil p...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 27 Februari 2021 11:53 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...