Sukarodin, Ketua Komisi 3 DPRD Trenggalek saat di ruang rapat gedung DPRD Trenggalek. foto: HERMAN/ BANGSAONLINE
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Ketua Komisi III DPRD Trenggalek, Sukarodin, mengatakan bahwa proyek pemeliharaan jalan Ngampon - Bendo perlu dilakukan analisa secara komprehensif untuk memastikan kualitas hasil pengerjaan.
Hal ini disampaikannya saat ditanya tentang kemungkinan proyek tersebut gagal bangunan, sebagaimana pernah disampaikan Ketua DPC Gapeksindo Kabupaten Trenggalek, Ganif Tanto Adi.
BACA JUGA:
- DPRD Trenggalek Siap Teruskan Aspirasi 4 Tuntutan Guru PAUD Nonformal
- RDP Komisi IV DPRD Trenggalek Tampung Aspirasi PPG Prajabatan soal Prioritas Calon Tenaga Guru
- Ratusan Anggota Koperasi Madani Datangi DPRD Trenggalek, Tuntut Audit dan Pengembalian Dana
- DPRD Trenggalek Soroti Kisruh Tambang PT Djawani di Ngentrong: Diduga Ada Komitmen Tak Dipenuhi
"Menurut komisi tiga, ketika ada orang yang berpendapat seperti itu (gagal bangunan, red), tentu punya alasan," kata Sukarodin dikonfirmasi usai menggelar rapat di gedung DPRD Trenggalek, Selasa (12/1).
Menurut anggota Fraksi PKB ini, ada sejumlah faktor hingga sebuah proyek bisa dikatakan gagal bangunan. Namun untuk proyek pemeliharaan berkala jalan Ngampon - Bendo, kata dia, kemungkinan ada kesalahan pada sisi perencanaan.
"Kalau perencanaannya salah, akan menjadi salah semua. Tapi bisa jadi perencanaannya sudah benar yang mengerjakan belum menyesuaikan dengan perencanaan yang ada, alias mungkin belum sesuai dengan RAB," dugaannya.
Karena itu, ia mengatakan perlu dilakukan pengecekan atau analisa terlebih dahulu jika ingin memberikan penilaian tentang proyek tersebut. "Tidak bisa dengan serta merta kita menilai ini bentuk proyek yang gagal bangunan. Jadi mesti diurut dulu, perencanaannya kayak apa. Kedua, kontur tanah sebelum dibangun itu kayak apa," paparnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




