Jumat, 30 Juli 2021 14:33

Tafsir Al-Kahfi 46: Al-Baqiyat Al-Shalihat Itu Cewek Cantik (?)

Kamis, 31 Desember 2020 11:20 WIB
Editor: Redaksi
Tafsir Al-Kahfi 46: Al-Baqiyat Al-Shalihat Itu Cewek Cantik (?)
Ilustrasi.

Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*

46. almaalu waalbanuuna ziinatu alhayaati alddunyaa waalbaaqiyaatu alshshaalihaatu khayrun ‘inda rabbika tsawaaban wakhayrun amalaan

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.

TAFSIR AKTUAL

BACA JUGA : 

Tafsir Al-Kahfi 66-68: Nabi Khidir A.S. Mengkritik Pengajaran Model Klasikal

Tafsir Al-Kahfi 65: Nabi Khidir A.S. Sudah Wafat

Tafsir Al-Kahfi 65: Khidir A.S., Nabinya Komunitas Green Peace

Tafsir Al-Kahfi 61-64: Guru Mendatangi Murid atau Murid Mendatangi Guru

Tafsiran al-baqiyat al-shalihat di atas adalah tafsiran umum dan merupakan pandangan mayoritas mufassirin dan itu benar. Tapi kebenaran dalam bertafsir tidak satu, melainkan bisa lebih dari satu.

Kali ini diunggah tafsiran versi ibunda A'isyah R.A., bahwa al-baqiyat al-shalihat adalah cewek cantik, lahir batin. Di samping parasnya cantik, ketaqwaannya juga cantik. Atau akhlaqnya cantik meskipun parasnya tidak cantik. Artinya, anak perempuan yang shalihah, ketaqwaannya tinggi, itu bisa mensyafaati orang tuanya kelak di akhirat.

Hari itu, ada seorang wanita miskin datang menghadap ibu A'isyah R.A. sambil menuntun dua anak perempuannya yang masih kecil. Tujuannya untuk meminta sesuatu, barang kali ada sepotong roti atau apa untuk sekadar mengganjal perut. Ternyata, ibu A'isyah tidak punya makanan apa-apa, hanya ada tiga buah kurma, lalu diberikan semua.

Oleh ibu itu, masing-masing anaknya diberi satu buah, dan satunya tetap di tangan. Hanya dipegang saja dan tidak dimakan. Selesai kedua anaknya menghabiskan satu buah, baru ibu tadi mau mulai makan. Tapi, sang anak memintanya. Spontan kurma tersebut dibagi dua dan diberikan kepada kedua anaknya. Kemudian berucap terima kasih dan pamit pulang.

Tidak berselang lama, Rasulullah SAW datang dan ibu Aisyah R.A. mengabarkan kejadian yang baru saja ada dengan rasa takjub, sembari memuji keluhuran budi ibu miskin tadi. Rasul mulia itu spontan bersabda: "... sungguh Allah SWT memastikan ibu itu masuk surga atau membebaskan dari api neraka".

Pada kesempatan lain, Rasulullah SAW bersabda: "barang siapa punya dua anak perempuan dan berhasil mendidiknya secara bagus, mengantarkannya menjadi wanita shalihah hingga dewasa, maka kelak di hari kiamat nanti dia lengket bersama saya". (H.R. Muslim).

Hadis riwayat al-A'masy menambahkan, bahwa dua putri shalihah itu menjadi tameng penyelamat orang tuanya dari api neraka. Dua putri itu protes kepada malaikat agar orang tuanya dilepas dan dikeluarkan dari neraka, karena selama di dunia telah mendidiknya dengan baik dan Tuhan mengizinkan.

*Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag adalah Mufassir, Pengasuh Rubrik Tafsir Alquran Aktual HARIAN BANGSA, dan Pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an (MQ), Tebuireng, Jombang.

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...