Ketua Umum Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) Zain As-Syuja'i bersama pengurus yang lain. foto: ist.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Peristiwa persekusi terhadap Ibunda Menko Polhukam Mahfud MD yang dilakukan massa pendukung Habib Rizieq Shihab (HRS) di Pamekasan mendapat kecaman dari berbagai pihak.
Ketua Umum Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) Zain As-Syuja'i menilai sikap massa pendukung HRS itu sebagai tindakan barbar dan tidak manusiawi. Dia berharap aparat keamanan usut tuntas aktor intelektual peristiwa biadab tersebut.
BACA JUGA:
- Kunker ke Pamekasan, Mensos Gus Ipul Bakal Evaluasi Usai Dugaan 40 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran
- Pelantikan Dekopinda Pamekasan, Bupati Sebut Gelontorkan Hampir Rp2 M untuk UMKM dan Koperasi
- Bea Cukai Madura Didesak Usut Dugaan Pabrik Rokok Bermasalah
- Kasus Kekerasan Seksual Anak Perempuan di Pamekasan Naik, Faktor Keluarga Tak Harmonis Jadi Pemicu
"Ini jangan dibiarkan, lama-lama indonesia mirip Suriah kalau ancaman bunuh dan bakar dibiarkan begitu saja. Apalagi terjadi di rumah nenek usia sepuh," kata Zain.
"Apapun alasannya, menggeruduk orang tua, itu tindakan yang sangat tak beretika dan tak berperikemanusiaan, terlebih beliau Ibu Mahfud MD, orang Madura, yang terkenal dengan sikap sopan santunnya," lanjut kiai muda Madura ini.
Apalagi, kata dia, Ibu Mahfud MD sama sekali tidak ada kaitannya dengan tugas dan mandat seorang Mahfud MD sebagai pejabat Negara. Mereka salah sasaran dan terkesan ngawur. "Siapa yang memimpin?," sergahnya.
Menurut dia, kalau memang tidak sependapat dengan sikap Mahfud MD sebagai Menkopolhukam, seharusnya keberatannya disampaikan dengan cara yang dibenarkan oleh Institusi dan hukum Negara Indonesia.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




