Calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (baju krem) di tengah-tengah peserta Muscab I Gerakan Pemuda Ka'bah Kabupaten Kediri. (foto: ist)
"Langkah-langkah untuk pemenangan Mas Dhito, akan dijalankan sesuai instruksi DPP yang telah menurunkan rekomendasi ke Mas Dhito. Meskipun rekomnya turun paling akhir, kita tetap patuh harus konsekuen menjalankan amanah dan instruksi dari DPP," kata Taufik.
Taufik menjelaskan, GPK nantinya akan mendampingi pengurus PAC. Tidak hanya mencari dukungan untuk Dhito, tapi yang paling penting menekan seminimal mungkin angka bumbung kosong. "Kita ingin Mas Dhito memenangkan Pilbup Kediri pada tanggal 9 Desember nanti bisa mencapai suara 85 persen," tegas Taufik.
Pada kesempatan tersebut, Ulul Albab, Ketua DPC Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) Kabupaten Kediri bersyukur dengan diaktifkannya kembali GPK oleh DPP.
"Di akhir tahun 2020 ini, dari nasional dan wilayah meminta GPK untuk dihidupkan kembali. Sehingga, Kabupaten Kediri diinstruksikan untuk membentuk GPK. Sebagai langkah legalitas kepengurusan, harus ada muscab, dan ini merupakan muscab pertama di Kabupaten Kediri," ucap Ulul.
Ulul memastikan, bahwa GPK tegak lurus mengikuti garis komando PPP yang mengusung Dhito-Dewi di Pilbup Kediri. Ia menjamin GPK akan all out memenangkan Dhito-Dewi.
"Untuk langkah-langkah pemenangan Mas Dhito-Mbak Dewi, kami melaksanakan arahan dari induk organisasi kami yaitu DPC PPP Kabupaten Kediri, karena GPK ini organisasi baru. Setelah forum muscab dan pengukuhan ini, kami siap melaksanakan tugas dari induk organisasi kami," pungkasnya. (uji/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




