Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si., Bupati Sumenep.
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si, mempresentasikan inovasi unggulan daerah kepada Tim Panelis Kemendagri untuk penilaian dan pemberian penghargaan Innovative Government Award (IGA) tahun 2020.
Sebagai salah satu kabupaten yang masuk kategori daerah inovatif pada IGA 2020, Bupati Sumenep mempresentasikan salah satu dari 96 inovasi, yakni program wirausaha muda sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep menyiapkan tenaga muda terampil. Melalu program wirausaha muda, Pemkab Sumenep berupaya menciptakan usaha yang mandiri, karena hampir 30 persen lebih penduduk Sumenep berusia 16 hingga 30 tahun.
BACA JUGA:
- Bupati Fauzi Pangkas Jam Kerja ASN Sumenep Selama Ramadhan 1447 H
- Lakukan Pendataan, BPBD Sumenep Sebut Pemkab akan Perbaiki 198 Bangunan Rusak akibat Puting Beliung
- Lampaui Target, Realisasi Investasi Sumenep 2025 Tembus Rp2 Triliun Lebih
- DBHCHT Sumenep 2026 Turun jadi Rp33,1 M, DPRD Ingatkan Pemkab Soal Skala Prioritas Program
“Ada beberapa keunggulan program wirausaha muda, di antaranya model pengembangan wirausaha muda diakui banyak pihak bukan hanya satu-satunya di Jawa Timur, tapi juga secara nasional,” terangnya secara virtual di hadapan Tim Panelis dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Bappenas, Universitas Indonesia, LIPI, Kementerian PAN-RB, Kadin, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional, Rabu (04/11/20) malam.
Program wirausaha muda ada tiga tahapan, yakni pra inkubasi sebagai awal seleksi calon peserta, yang dilanjutkan dengan pelatihan meliputi, pendalaman teori, simulasi, testimoni wirausaha, dan pelatihan mengenai teknologi produksi, manajemen SDM/keuangan/pemasaran, dan rencana bisnis.
Dan selanjutnya tahap inkubasi, para anggota wirausaha muda mendapatkan bantuan alat produksi, pendampingan teknologi, produksi/pengolahan di rumah produksi (kabupaten/4 kecamatan), manajemen, akses pasar, serta fasilitasi pembiayaan/modal dari BPRS Bhakti Sumekar.
Kemudian tahap pasca inkubasi, yakni melepas peserta menjadi wirausahawan dalam satuan manajemen usaha Rumah Produksi Kabupaten, Rumah Produksi Kecamatan, dan Home Industry, dengan tetap dilakukan komunikasi dan layanan konsultasi secara berkala dengan terbentuknya Holding Company WMS Coorporation.
“Program wirausaha muda ini diapresiasi banyak pihak, yang salah satunya oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga yang menetapkan Kabupaten Sumenep sebagai Kota Layak Pemuda tahun 2018,” imbuhnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




