Cawabup Alif saat kampanye. foto: ist.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Problem pengangguran di Gresik yang masih tinggi, menjadi salah satu pekerjaan yang akan dituntaskan Cabup-Cawabup Moh. Qosim-Asluchul Alif jika kelak terpilih sebagai bupati dan wakil bupati pada Pilkada Gresik 9 Desember 2020.
QA, begitu sapaan akrab pasangan tersebut berjanji, jika menjadi Bupati dan Wakil Bupati Gresik, akan mempermudah masuknya investasi untuk menuntaskan problem pengangguran yang masih tembus di angka 36.390 lebih.
BACA JUGA:
- Bupati Gresik Deklarasi Dukung Prabowo-Gibran, Ketua PDIP Gresik: DPP Perintahkan Tegak Lurus
- Bupati Gresik Ikut Deklarasi Dukung Prabowo-Gibran, Anha: Dia Bupati Golkar
- Digelar 26 Februari, Tempat Pelantikan Gus Yani-Bu Min Tunggu Hasil Rapat dengan Gubernur
- PDIP Gresik Gelar Tasyakuran Jelang Pelantikan Gus Yani - Bu Min 17 Februari Mendatang
Sebagai kota industri, Alif menyatakan serapan tenaga kerja di Kabupaten Gresik cukup tinggi. Ia mengungkapkan, pada 2017 ada sebanyak 632.529 orang yang bekerja dari total angkatan kerja 662.618 orang.
Kemudian, tahun 2018 ada 625.842 dari total angkatan kerja 664.523. Selanjutnya, pada tahun 2019 tercatat 620.883 dari total angkatan kerja 657.273, dengan angka pengangguran terbuka 36.390 orang.
Untuk mengurangi pengangguran, Alif menjelaskan, perlu adanya penciptaan kesempatan bekerja lebih luas lagi ke depan. Beberapa langkah strategis yang akan dilakukan Qosim-Alif di antaranya, mendorong investasi dan ekspor untuk menciptakan lapangan kerja.
"Kami akan memperbanyak program padat karya dapat menciptakan lapangan kerja baru. Caranya, dengan mendorong industri padat karya bisa menanamkan investasinya di Kabupaten Gresik dengan tawaran kemudahan perizinan, sarana infrastruktur yang memadai serta tenaga siap kerja," kata Alif.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




