Ketua KPU Gresik, Achmad Roni.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - KPU Gresik menanggapi permintaan Pimpinan DPRD Gresik agar anggaran untuk Pilkada 2020, juga digencarkan untuk pendidikan politik pemilih.
Ketua KPU Gresik, Achmad Roni menyatakan bahwa sebagai penyelenggara Pilkada Gresik 2020, pihaknya telah melakukan pendidikan pemilih. "Kalau pendidikan pemilih menjadi ranah kami. Dan kami sudah melakukannya," Achmad Roni menjelaskan kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (30/10/2020).
BACA JUGA:
- Audiensi Dugaan Korupsi KPU Gresik dengan Kejaksaan, Genpatra Siap Beri Data Tambahan
- Pindah ke Kejati Kalsel, Nana Riana Wariskan Perkara Korupsi Pilkada Gresik
- DPC Alumni GMNI Gresik Dukung Langkah Kejari Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Pilkada 2024
- Kejari Gresik Usut Dugaan Penyimpangan Dana Pilkada 2024
Menurut Roni, KPU Gresik telah melakukan pendidikan pemilih dalam bentuk sosialisasi. Mulai sosialisasi dengan model tatap muka dengan menggandeng sejumlah komponen masyarakat, seperti organisasi profesi, lembaga dakwah, organisasi keagamaan, dan lainnya.
"Kami telah melakukan pendidikan pemilih dalam Pilkada 2020 dengan menggandeng sejumlah ormas, organisasi profesi, dan sejumlah komponen lain," terangnya.
Selain itu, lanjut Roni, KPU juga lakukan sosialisasi pilkada melalui media sosial, baliho, dan media lain. "Sosialisasi itu juga sebagai upaya KPU dalam mengajak masyarakat untuk berpatisipasi hadir di tempat pemungutan suara (TPS) pada coblosan 9 Desember," pungkas Roni. (hud/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




