Rabu, 02 Desember 2020 14:01

​Peringati HSN, Shulhan Society School Gelar Seminar dan Bedah Book Chapter

Jumat, 23 Oktober 2020 21:34 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Alan Sahlan
​Peringati HSN, Shulhan Society School Gelar Seminar dan Bedah Book Chapter
Shulhan Society School gelar seminar dan Bedah Book Chapter.

SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Pada momentum peringatan Hari Santri Nasional (HSN), Shulhan Society School menggelar seminar dan Bedah Book Chapter di Aula Madrasah Ar-Rasyid, Desa Duko, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Jumat (23/10/2020).

Hadir pada acara tersebut, dua narasumber yakni Samsul Ar, M.Pd. (Wakil Ketua III STIBA DUBA Banyuanyar) dan Shulhan (Inisiator dan Pendiri Thariqah Akademik yang sekaligus Direktur Shulhan Society School.

Samsul Ar, M.Pd dalam seminar menyampaikan pentingnya santri mengambil peran strategis dalam memanfaatkan teknologi informasi dan aktif menulis. "Pembelajaran digital dan membuat tulisan secara digital penting dilakukan oleh para santri saat ini," terangnya.

Sementara Shulhan memaparkan tentang tiga hal penting dari kekuatan pesantren yang saat ini mulai hilang, yakni pertama, tradisi menulis sebagai habit bukan sebagai penugasan.

"Menulis hendaknya dilakukan bukan sekadar memenuhi tugas formal, tetapi sebagai ekspresi diri dan diniatkan sebagai bahan kontribusi," ungkapnya.

Kedua, berkurangnya  minat baca santri. Menurutnya, santri saat ini hanya mengaji dan hanya mendengarkan kiainya saja. Seharusnya santri yang membaca di depan kiai lalu dikoreksi dan dikritisi atau diperbaiki oleh sang kiai. Shulhan mencontohkan Imam Syafi'ie saat berguru ke Imam Malik, yakni membaca kitab Muwattha' di depan Imam Malik.

Sedangkan yang ketiga, hilangnya tradisi pendalaman applied sciences. "Santri biasanya kurang minat palajaran IPA, Matematika, Bahasa Arab dan hafalan Quran. Padahal ini kunci ilmu agama dan dunia," tegasnya.

Dikatakan, pelajaran IPA, Matematika, dan Bahasa Inggris adalah gerbang untuk mendalami ilmu terapan seperti kedokteran, farmasi dan teknik. Sedangkan Bahasa Arab dan Al-Quran dibutuhkan bagi siapapun yang ingin mendalami penguasaan ilmu agama Islam. (aln/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Sabtu, 28 November 2020 15:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...