Teno-Hasyim didampingi pimpinan partai dan Masayikh Sidogiri K.H. Abdulloh Siroj Saukat. (foto: ist).
KOTA PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Video berisi penggalan isi pidato Calon Wali Kota (Cawali) Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo (Teno) yang memeras Pancasila menjadi trisila hingga ekasila viral.
Pidato Cawali Teno itu disebut-sebut terjadi pada deklarasi damai yang digelar KPU Kota Pasuruan di Hotel Horison pada 26 September 2020 lalu.
BACA JUGA:
- Teguhkan Komitmen Kebangsaan, Polres Kediri Kota Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila
- Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lamongan Teguhkan Semangat Nasionalisme Generasi Muda
- Kantah Kabupaten Pasuruan Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2025
- Wali Kota Batu Lantik 7 Duta Pancasila Paskibraka Indonesia Periode 2025-2029
Berikut isi penggalan pidato Teno dalam video tersebut, "Jika kita peras Pancasila, muncullah ekasila, yang didapatkan dari trisila, yaitu dari sosio nasionalis, sosio demokratis, ketuhanan yang berkebudayaan. Dan jika kita peras lagi, kita kristalisasi lagi, hanya ada satu kata, untuk mewujudkan Kota Pasuruan yang lebih maju dan sejahtera adalah dengan cara bergotong royong".
Video yang berisi penggalan pidato Teno itu pun menjadi polemik. Bahkan ada warganet yang menuding Teno mau mengubah Pancasila.
Menanggapi itu, Teno mengaku heran. "Saya heran. Bagi teman-teman wartawan yang sempat menyaksikan sendiri, pidato, dan penggalan pidato saya, yang saya lontarkan saat deklarasi damai, saya ingin bertanya, statement mana yang dari saya yang ingin mengubah Pancasila?," ujar Teno kepada BANGSAONLINE.com di RM Nikmat Rasa 2, Kota Pasuruan, Jumat (2/10/2020).
Teno menambahkan, penggalan video tersebut sengaja dipelintir dan disebarkan oleh seseorang tidak bertanggung jawab, yang tidak menginginkan suasana Kota Pasuruan guyub rukun.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




