Sabtu, 17 April 2021 20:52

Teno, Calon Wali Kota Pasuruan Bantah Mau Ubah Pancasila

Jumat, 02 Oktober 2020 20:22 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Ahmad Fuad
Teno, Calon Wali Kota Pasuruan Bantah Mau Ubah Pancasila
Teno-Hasyim didampingi pimpinan partai dan Masayikh Sidogiri K.H. Abdulloh Siroj Saukat. (foto: ist).

KOTA PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Video berisi penggalan isi pidato Calon Wali Kota (Cawali) Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo (Teno) yang memeras Pancasila menjadi trisila hingga ekasila viral.

Pidato Cawali Teno itu disebut-sebut terjadi pada deklarasi damai yang digelar KPU Kota Pasuruan di Hotel Horison pada 26 September 2020 lalu.

Berikut isi penggalan pidato Teno dalam video tersebut, "Jika kita peras Pancasila, muncullah ekasila, yang didapatkan dari trisila, yaitu dari sosio nasionalis, sosio demokratis, ketuhanan yang berkebudayaan. Dan jika kita peras lagi, kita kristalisasi lagi, hanya ada satu kata, untuk mewujudkan Kota Pasuruan yang lebih maju dan sejahtera adalah dengan cara bergotong royong".

Video yang berisi penggalan pidato Teno itu pun menjadi polemik. Bahkan ada warganet yang menuding Teno mau mengubah Pancasila.

BACA JUGA : 

Direspons BPIP, Pemkot Kediri Usulkan Produk Hukum Daerah Menginternasilasi Nilai Luhur Pancasila

Ini Pesan Raharto Teno Prasetyo Saat Akhiri Masa Jabatan Sebagai Wali Kota Pasuruan

​KPU Resmi Tetapkan Pasangan Gus Ipul - Adi Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pasuruan Terpilih

M. Mas'ud Said: Poin Penting Pidato KH Afifudddin: Pancasila Bukan Penghalang Penerapan Syariah

Menanggapi itu, Teno mengaku heran. "Saya heran. Bagi teman-teman wartawan yang sempat menyaksikan sendiri, pidato, dan penggalan pidato saya, yang saya lontarkan saat deklarasi damai, saya ingin bertanya, statement mana yang dari saya yang ingin mengubah Pancasila?," ujar Teno kepada BANGSAONLINE.com di RM Nikmat Rasa 2, Kota Pasuruan, Jumat (2/10/2020).

Teno menambahkan, penggalan video tersebut sengaja dipelintir dan disebarkan oleh seseorang tidak bertanggung jawab, yang tidak menginginkan suasana Kota Pasuruan guyub rukun.

"Mungkin ada beberapa pihak yang mengambil pidato itu, kemudian dipotong, untuk mencari kekeruhan dan memang tidak menginginkan Pasuruan itu guyub rukun," tambah Teno.

Lanjut Teno, total durasi pidatonya dalam deklarasi damai tersebut adalah 3.27 menit. Menurutnya, starting point dari keseluruhan isi pidato adalah mengajak seluruh warga Kota Pasuruan untuk menjaga kondusivitas dalam pelaksanaan Pilwali Pasuruan 2020.

Terkait adanya narasi trisila dan ekasila, Teno mengaku bahwa kalimat itu diambilnya dari pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945 di hadapan BPUPKI.

"Saya ingin hanya menyampaikan bahwa konsepsi gotong royong yang saya jadikan sebagai dasar perjuangan dan pembangunan Kota Pasuruan tidaklah didapat dari sembarang tempat. Tapi itu diambil dari pemikiran founding father kita, Bapak Proklamator Ir. Sukarno," terangnya.

Kemudian, Teno menjelaskan bahwa narasi gotong royong adalah sebuah ekstraksi dari narasi besar kebangsaan. Gotong royong menjadi pondasi besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Karena gotong royong mengandung banyak unsur yang hidup di masyarakat Indonesia. Kita bisa menemukan nilai ketuhanan, kemanusiaan, kebangsaan, dan nilai sosial. Kalaupun ada potongan video yang sifatnya menghasut, bisa jadi itu adalah sosok yang ingin mengubah Pancasila dan memecah belah bangsa," tandasnya. (afa/zar)

​Mengenang Masa Lalu, Ngabuburit Sambil Bermain Meriam Bambu
Jumat, 16 April 2021 22:03 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Ada beragam cara yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu menunggu berbuka puasa, atau ngabuburit.Salah satunya seperti yang dilakukan bocah di Kota Pasuruan, Jawa Timur. mereka bermain meriam bambu di tanah lapang.Sepert...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Sabtu, 17 April 2021 05:46 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Setelah banyak mendapat dukungan dari para tokoh, dokter, dan bahkan jenderal, tampaknya uji fase II Vaksin Nusantara akan lanjut. Tentu di luar BPOM.Apa itu Ilegal? Nah, silakan ikuti tulisan Dahlan Iskan di Disway d...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 17 April 2021 11:15 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...