Jumat, 18 September 2020 21:18

Nasib Petani Jagung di Tarokan Saat Musim Kemarau: BBM Mahal, LPG Langka

Rabu, 16 September 2020 13:12 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Muji Harjita
Nasib Petani Jagung di Tarokan Saat Musim Kemarau: BBM Mahal, LPG Langka
Paeran Al Sugeng Ariadi, Ketua Kelompok Tani Makmur Dusun Tegalsari, Desa Blimbing (kanan) dengan salah seorang petani saat memasang Tabung Gas Elpiji. (foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Sedikitnya 150 hektare tanaman jagung di Desa Blimbing, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, kini terancam layu karena butuh diairi. Persoalan muncul ketika harga BBM jenis premium atau pertalite untuk mengisi bahan bakar disel penyedot air tak terjangkau.

Untuk menghemat biaya, beberapa petani baralih ke gas elpiji 3 kg untuk pengganti BMM. Ketika petani beralih menggunakan gas elpiji 3 kg, giliran gas tabung melon itu yang langka. Petani pun dibikin kelimpungan mengatasi persoalan air ini.

Hal ini diungkapkan Paeran Al Sugeng Ariadi, Ketua Kelompok Tani Makmur Dusun Tegalsari, Desa Blimbing, Kecamatan Tarokan ketika ditemui di ladang jagung miliknya. Ia menjelaskan, untuk mengairi sawah seluas 125 ru, dalam 1 hari memerlukan 8-10 liter premium. Karena dirasa harga premium, lanjut Paeran, banyak petani yang beralih menggunalan gas elpiji.

"Kalau pakai gas elpiji, lahan seluas 125 ru hanya butuh 1,5 tabung gas elpiji 3 kg. Jadi bila menggunakan gas elpiji 3 kg, jatuhnya lebih murah. Tapi untuk menghidupkan mesin diesel tetap menggunakan bensin. Setelah air keluar, selang bensinnya ditutup diganti gas elpiji," kata Paeran, Rabu (16/9).

Menurut Paeran, seiring dengan banyaknya petani yang menggunakan gas elpiji ini, keberadaan gas elpiji 3 kg jadi langka di pasaran. Kelangkaan gas elpiji 3 kg ini terjadi sejak satu bulan terakhir, sehingga petani sangat kesulitan.

"Pada musim kemarau ini sekitar 150 hektare lahan di Desa Blimbing harus menggunakan diesel untuk pengairan. Gas elpiji sangat membantu petani karena harga lebih murah. Tapi sayang gas elpiji jadi langka," tambah Paeran.

Hal senada juga disampaikan Prayudiono, Ketua Kelompok Tani Hidup Makmur Dusun Bulak, Desa Blimbing. Menurutnya, sulitnya air pengairan di dusunnya tidak hanya terjadi pada musim kemarau saja, tapi juga terjadi pada musim hujan.

"Meski pada musim hujan banyak air, tapi untuk pengairan di sawah juga sulit, sehingga perlu normalisasi saluran agar bisa mengairi sawah," ujar Prayudiono. (uji/dur)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 10 September 2020 10:51 WIB
BLITAR, BANGSAONLINE.com - Detik-detik dua orang wisatawan sebelum tergulung ombak di Pantai Serang Desa Serang Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar tertangkap kamera. Peristiwa ini menimpa Yoga (21) dan Hendri Wisnu Pratama (18). Dua oran...
Kamis, 17 September 2020 20:43 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan---Sebuah video mencuat di media sosial. Viral. Isinya seorang perempuan desa. Madura. Menyanyikan lagu dangdut. Ciptaan Rhoma Irama.Penampilan perempuan itu sangat udik. Norak. Tanpa rias wajah. Bahkan video itu direkam d...
Selasa, 15 September 2020 13:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*30. inna alladziina aamanuu wa’amiluu alshshaalihaati innaa laa nudhii’u ajra man ahsana ‘amalaanSungguh, mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala or...
Jumat, 11 September 2020 09:50 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...