Sabtu, 05 Desember 2020 12:20

Terjaring Operasi Yusitisi, Pelanggar Masker Langsung Sidang di Tempat Dihadiri Jaksa dan Hakim

Senin, 14 September 2020 16:15 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Teguh Prayitno
Terjaring Operasi Yusitisi, Pelanggar Masker Langsung Sidang di Tempat Dihadiri Jaksa dan Hakim
Para pelanggar saat menjalani sidang di tempat. (foto: ist).

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Polisi, TNI, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar operasi yustisi sebagai bentuk implementasi dari Inpres Nomor 6 Tahun 2020 dan Perda Nomor 2 Tahun 2020 Provinsi Jawa Timur, Senin (14/9/2020).

Operasi yang digelar di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi itu menyasar warga yang tak menggunakan masker saat beraktivitas di jalan raya.

Tak sampai satu jam, beberapa orang yang tak memakai masker dikenakan sanksi berupa denda. Mereka juga menjalani sidang di tempat yang dihadiri oleh jaksa serta hakim.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Arman Asmara Syarifuddin, S.I.K., mengatakan bahwa penerapan sanksi tegas bagi pelanggar protokol kesehatan ini merupakan bentuk implementasi dari Inpres Nomor 6 Tahun 2020 dan Perda Nomor 2 Tahun 2020 Provinsi Jawa Timur.

Diketahui, perda tersebut adalah perubahan Perda Nomor 1 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat serta pelaksanaan Peraturan Gubernur Jatim No. 53/2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

"Karena selama ini kami bersama Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi sudah memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, sehingga saat ini kami menindak tegas warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan khususnya tidak menggunakan masker di jalan raya," kata Arman kepada wartawan.

Arman menambahkan, untuk menuntaskan pandemi Covid-19 bukan hanya menjadi tugas pemerintah. Namun dibutuhkan peran serta secara aktif rakyat dalam melakukan protokol kesehatan juga diperlukan. "Warga dan pemerintah harus solid dalam bergotong royong melawan corona," ujarnya.

Arman berharap, masyarakat bisa selalu menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

"Hendaknya hal tersebut dijadikan kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19 oleh seluruh masyarakat, guna mencegah dan mengurangi risiko penularan Covid-19, khususnya di wilayah Kabupaten Banyuwangi," harapnya.

Oleh karena itu, dalam kesempatan tersebut Kapolresta Banyuwangi mengajak semua komponen masyarakat untuk bersama-sama mengedukasi, mengingatkan, meningkatkan kedisiplinan dan kesadaran masyarakat dalam pelaksanaan protokol kesehatan, sehingga laju persebaran Covid-19 bisa dikurangi.

"Disiplin diri adalah 'obat sekaligus vaksin' terbaik saat ini dalam mencegah penyebaran Covid-19, untuk itu mari mulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat, sehingga kita semua bisa terhindar dari Covid-19," kata Arman

"Tidak ada cara lain untuk menekan penyebaran Covid-19, yaitu dengan tertib dan disiplin diri melaksanakan protokol kesehatan dalam tata kehidupan sehari-hari," tegasnya.

Usai mengikuti sidang di tempat dan membayar denda, warga yang ditindak itu bisa kembali pulang. Mereka juga diberi masker oleh petugas dan diingatkan agar selalu menggunakan masker. Rencananya. operasi serupa akan berlangsung secara berkala di lokasi yang berbeda-beda.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, operasi yustisi ini adalah sebagai cara ampuh untuk mendorong masyarakat untuk memiliki kesadaran tinggi menggunakan masker selama pandemi.

"Pesan dari operasi yustisi ini bukan masalah denda atau penindakan hukumnya, melainkan pesan yang ingin disampaikan forpimda adalah agar masyarakat sadar untuk selalu menggunakan masker," kata Anas.

Lebih lanjut, Anas juga meminta kepada pemilik maupun pengelola restoran untuk memperhatikan protokol kesehatan, khususnya penerapan physical distancing ataupun social distancing. Pasalnya, beberapa hari terakhir ada laporan masuk di beberapa restoran yang tidak membatasi pengunjung hingga memenuhi kapasitas.

"Saya minta agar seluruh restoran di Banyuwangi menerapkan physical distancing ataupun social distancing. Kalau tidak dilakukan, terpaksa harus ditutup," ujarnya.

Hal itu pun sangat disayangkan Anas jika harus terpaksa menutup restoran gara-gara tidak menerapkan protokol kesehatan, karena banyak yang dirugikan. "Harapan kita, ekonomi jalan tetapi protokol kesehatan juga harus bisa dioptimalkan," pungkasnya. (guh/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...