Selasa, 20 Oktober 2020 18:23

Orasi di IAIN Tulungagung, LaNyalla Soroti Darurat Akhlak dan Adab

Rabu, 09 September 2020 14:12 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Nanang Fachrurozi
Orasi di IAIN Tulungagung, LaNyalla Soroti Darurat Akhlak dan Adab
LaNyalla Mattalitti saat menyampaikan orasi ilmiah di IAIN Tulungagung dalam Rapat Senat Terbuka pengukuhan Guru Besar Profesor Munardji, Rabu (9/9/2020).

TULUNGAGUNG, BANGSAONLINE.com - Kemerosotan moral generasi muda dan mentalitas para pejabat yang mengutamakan golongan dan kelompoknya, menjadi sorotan Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Sorotan itu disampaikan dalam orasi ilmiah di IAIN Tulungagung, dalam Rapat Senat Terbuka pengukuhan Guru Besar Profesor Munardji, Rabu (9/9/2020).

Dikatakan LaNyalla, Islam menganggap penting pendidikan akhlak dan adab. Karena akhlak melandasi cara berpikir dan berbuat. Sedangkan adab melandasi cara melaksanakan pikiran dan perbuatan atau cara bertindak.

“Bagi dunia Islam, tidak ada artinya orang kaya tapi miskin akhlak. Atau orang cerdas, tapi miskin adab. Karena hanya akan menimbulkan kerusakan di muka bumi. Meskipun tidak otomatis negara yang mayoritas penduduknya muslim, lantas berakhlak dan beradab. Tetapi Islam mengajarkan pentingnya kedua hal tersebut,” tukasnya.

“Karena nilai tersebut bersifat universal, maka kita sering merasakan dan melihat perilaku Islami di negara-negara non-muslim. Seperti bisa kita lihat di Norwegia, Finlandia, Swiss, atau di Selandia Baru, dan Jepang. Masyarakatnya begitu tertib dan beretika. Sehingga negara-negara tersebut selalu berada di peringkat 10 besar survei negara dengan indeks kebahagiaan dan kemakmuran,” bebernya.

Artinya, lanjut Senator asal Jawa Timur itu, akhlak dan adab menjadi bagian penting dari tercapainya welfare state. Karena akhlak dan adab telah menyatu menjadi bagian dari wajah bangsa. Termasuk menyatu dalam diri para pemegang kekuasaan dan jabatan. Sehingga negara berhasil mengambil peran penting dalam perlindungan dan pengutamaan kesejahteraan ekonomi dan sosial warga negaranya.

“Lantas bagaimana dengan Indonesia? Kita lihat saja dari dua sisi. Bagaimana generasi muda dan anak-anak kita, serta bagaimana mentalitas pejabat dan para pemegang kekuasaan di negeri ini. Apakah terjadi kemerosotan moral? Jujur harus kita jawab: iya terjadi. Apalagi jika kita lihat data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia, tahun 2018, tercatat 504 anak di bawah umur yang terlibat perkara pidana,” urainya.

LaNyalla juga mengungkap sejumlah survei yang dilakukan KPAI. Di mana tercatat 62,7 persen remaja SMP sudah tidak perawan, 93,7 persen pelajar SMP dan SMA pernah berciuman, 21,2 persen remaja pernah melakukan aborsi, dan 97 persen remaja pernah menonton film porno.

Karena itu, selain pondok pesantren, menurutnya IAIN sebagai lembaga pendidikan yang mengajarkan pentingnya akhlak dan adab, memiliki peranan penting dalam menentukan masa depan bangsa ini. Sehingga cita-cita para pendiri bangsa ini, untuk menjadikan Indonesia sebagai welfare state, dapat terwujud dengan sebenar-benarnya.

“Karena itu, saya bersyukur mendapat kesempatan berbicara di forum lembaga pendidikan. Karena bagi saya, lembaga pendidikan salah satu bagian penting dari penentu wajah generasi bangsa. Sekaligus wajah Indonesia,” tutupnya.

Sementara itu, Profesor Munardji dalam orasi ilmiahnya mengatakan era industri 4.0 yang ditandai dengan kehidupan serba cepat dan distruptif, menyebabkan budaya masyarakat cepat marah dan putus asa, akibat besarnya tekanan dan tuntutan. Sehingga dibutuhkan pemimpin yang berjiwa progresif yang menjadikan umat sebagai subyek yang harus dilayani.

Dalam Disertasinya, Munardji membagi model kepemimpinan menjadi dua. Pertama adalah etik dan kedua kepemimpinan profetik. Kepemimpinan profetik adalah kepemimpinan yang membawa tiga misi suci, yaitu misi humanisasi, misi liberalisasi, dan misi transendensi. (nf/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 19 Oktober 2020 22:35 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri ternyata memiliki air terjun yang luar biasa indahnya. Namanya Air Terjun Ngleyangan. Sayangnya, untuk mencapai air terjun yang konon pernah dijadikan tempat bertapa Raja Kediri itu, sangat sulit ...
Senin, 12 Oktober 2020 19:15 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta para kepala daerah meniru Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dalam menangani Covid-19. Dua provinsi tersebut – menurut Jokowi - mampu menekan angka kasus Covid-19."Saya mencata...
Senin, 28 September 2020 22:43 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*32. waidhrib lahum matsalan rajulayni ja’alnaa li-ahadihimaa jannatayni min a’naabin wahafafnaahumaa binakhlin waja’alnaa baynahumaa zar’aanDan berikanlah (Muhammad) kepada mereka sebuah perumpamaan, dua...
Sabtu, 17 Oktober 2020 14:42 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...