Tanaman padi sebelum dipanen, ditanam dengan memakai bak fiber berukuran 2x3 meter. (foto: YUDI A/ BANGSAONLINE)
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sesuai dengan program Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini terkait kedaulatan pangan dalam menghadapi pandemi Covid-19, Pemkot Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus melakukan penanaman makanan pokok sehari-hari.
Upaya tersebut rupanya sudah dilakukan jajaran DKPP sejak beberapa bulan lalu. Bahkan, sejak bulan Juni 2020, DKPP telah melakukan penanaman padi di Halaman Balai Kota Surabaya sebagai percontohan.
BACA JUGA:
- Pengendara Motor di Surabaya Meninggal Dunia Usai Adu Banteng dengan Mobil Grand Max
- Revitalisasi Dikebut, 5 Pasar Tradisional Surabaya Ditarget Tuntas Pertengahan Mei 2026
- Modus jadi Teknisi Wifi, Kawanan Rampok di Surabaya Sikat Perhiasan dan Uang Tunai
- Polisi Selidiki Dugaan Pembacokan Maut di Simolawang Surabaya
Kepala Seksi Pengembangan Pertanian Perkotaan, Dinas DKPP Surabaya, Antin Kusmira mengatakan, hari ini jajarannya memanen hasil padi yang telah ditanam kurang lebih selama tiga bulan. Menurutnya, padi ternyata tidak harus dibudidayakan di sawah tetapi dapat pula dilakukan di halaman rumah.
“Nah kita mencontohkan dengan memakai bak fiber berukuran 2x3 meter. Kami letakkan di Halaman Balai Kota ini ada tujuh bak. Di antaranya tiga di halaman, dan empat di atas balkon,” kata Antin Kusmira di sela kegiatan memanen padi di Halaman Balai Kota Surabaya, Kamis (3/9/2020).
Antin menjelaskan, masing-masing bak berukuran 2x3 meter itu mampu menghasilkan minimal tiga kilogram padi, sehingga total keseluruhan padi yang dipanen sebanyak 21 kilogram. “Alhamdulillah hasilnya bagus. Tidak terserang oleh hama,” ujarnya.







