Para guru SD negeri dan swasta yang mengikuti tes swab massal di Labkesda Gayungan. (foto: ist).
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus gencarkan tes swab massal kepada para guru SD (Sekolah Dasar) dan SMP (Sekolah Menengah Pertama) di Kota Pahlawan. Hingga saat ini, telah ditemukan 393 guru yang dinyatakan positif Covid-19.
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini memastikan akan terus melakukan tes swab massal kepada para guru SD dan SMP di Kota Surabaya. Hal ini penting untuk menjamin kesehatan di sekolah.
BACA JUGA:
- Revitalisasi Dikebut, 5 Pasar Tradisional Surabaya Ditarget Tuntas Pertengahan Mei 2026
- Bukan Cagar Budaya Asli, Pemkot Surabaya Hapus Status dan Bongkar Fasad Eks Toko Nam
- Pendaftaran Beasiswa Pemuda Tangguh Dibuka, Pemkot Surabaya Fokus Jemput Bola untuk Warga Desil 1-5
- Surabaya Kejar Penunggak Nafkah, Sistem Notifikasi Muncul Otomatis
“Jadi, tes swab untuk para guru ini akan terus kami lakukan. Meskipun banyak guru ditemukan positif, tapi tren kesembuhan di Surabaya juga sangat banyak, yang sembuh itu lebih besar daripada yang sakit, setiap hari sekarang seperti itu,” kata Wali Kota Risma, Rabu (2/9/2020).
Menurutnya, yang saat ini terus dilakukan adalah memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan mengobati yang sakit. Bahkan, ia mengaku tidak terlalu mengurusi mutasi virusnya. “Fokus saya ya memutus mata rantai penyebarannya dan mengobati yang sudah sakit,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPB Linmas Surabaya, Irvan Widyanto menjelaskan bahwa hingga saat ini total sudah ada 3.882 guru yang sudah melaksanakan tes swab massal gratis dari pemkot. Dari keseluruhan tersebut, baru 3.082 spesimen yang sudah keluar hasilnya melalui uji PCR Labkesda Surabaya.
"Hingga saat ini tes swab massal ini masih terus berlangsung. Pemkot Surabaya berkomitmen untuk menuntaskan tes swab kepada seluruh guru SD dan SMP di Surabaya," jelas Irvan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




