Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur, menyampaikan pesan dan motivasi kepada ratusan Wisudawan dan Wisudawati Institut Pesantren KH Abdul Chalim (IKHAC).
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur, menyampaikan pesan dan motivasi kepada ratusan Wisudawan dan Wisudawati Institut Pesantren KH Abdul Chalim (IKHAC), akan pentingnya perguruan tinggi berbasis pesantren.
"Kalau dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jawa Timur, masih nomor 15. Kenapa banyak di antara mereka, SDM-SDM kualitatif, berdedikasi, karakter moralitas yang luar biasa mondoknya di pesantren salaf," ujar Khofifah di depan wisudawan wisudawati IKHAC di Pacet Mojokerto, Minggu (30/8/2020).
BACA JUGA:
- Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026, Gubernur Jatim Ajak Ajak Kuatkan Toleransi
- Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Keren! Bahas Financial Freedom, Dahlan Iskan Tampil Energik di Depan Santri MBI Amanatul Ummah
Khofifah mengaku sudah berdiksusi dengan pimpinan Badan Pusat Statistik (BPS), dan sudah membicarakan dengan Presiden Jokowi, terkait parameter mengukur Indeks Pembangunan Manusia (IPM), ternyata berdasarkan basis ijazah.
"Pak Presiden setuju, dan Saya sudah bilang dengan Pak Presiden, kalau mereka itu sudah 6 tahun di pesantren, lalu tidak mendapatkan ijazah formal dari pemerintah, masa harus ikut kejar paket C, terus berapa lama lagi mereka masuk ke jenjang perguruan tinggi?," terang gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

"Pak Presiden setuju, kita mengkomunikasikan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengkomunasikan dengan Menteri Agama setuju, namun keputusan yang akan dijadikan referensi atas persetujuan itu belum turun. Maka menyiapkan perguruan tinggi berbasis pesantren itu menjadi penting," urainya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




