PEDULI UMKM: Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengunjungi UMKM Roti yang terdampak Covid-19, di Desa Kepuh Kemiri Tulangan, Sabtu (15/8). foto: MUSTAIN/ BANGSAONLINE
Selain bakal memfasilitasi untuk penjadwalan pembayaran utang bank, BHS menyatakan pihaknya siap mendampingi UMKM roti ini agar segera bisa mendapatkan sertifikasi halal, izin BPOM, dan lain sebagainya. BHS menilai pembuatan hingga pengemasan roti tersebut cukup bagus dan higienis.
"Ini sudah bisa disertifikasi. Tapi kalau ibu mau menunda juga gak masalah," ungkap alumnus ITS Surabaya ini.
Kata BHS, UMKM Roti tersebut juga perlu didampingi dari sisi produksi hingga pemasaran. Kata BHS, kalau dirinya diamanahi sebagai Bupati Sidoarjo, bakal menugaskan Disperindag untuk mendampingi secara intens UMKM Roti tersebut.
Untuk pemasaran, UMKM Roti bakal diberikan pendampingan pemasaran secara online. BHS pun berharap roti buatan UMKM dari Sidoarjo, di antaranya dari Desa Kepuh Kemiri Tulangan ini, juga dibeli oleh masyarakat Kabupaten Sidoarjo. "Dan ini membantu pertumbuhan UMKM di Sidoarjo," pungkas BHS.
Sementara itu, pemilik UMKM Roti, Lilis Sri Indah bercerita telah menjalankan usaha tersebut selama lima tahun. Namun akibat Covid-19, permintaan roti dari Malang, menurun drastis. "Biasanya seminggu, minta kiriman 5.000 hingga 7.000 bungkus. Ini empat kali kirim ke Malang, cuma 1.500 bungkus," cetusnya.
Lilis mengatakan, rata-rata per hari bisa memproduksi roti hingga 1.500 bungkus. Usaha roti ini mempekerjakan sekitar 20 warga desa setempat, mayoritas ibu-ibu. Lilis mengakui selama ini belum pernah dapat bantuan apapun dari Pemkab Sidoarjo. (sta/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




