Sabtu, 19 September 2020 15:20

​Hati-Hati, Marak Orderan Fiktif di Pamekasan, Pelaku Mengaku Perawat RSU Asyifa Husada

Rabu, 12 Agustus 2020 16:15 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Yeyen
​Hati-Hati, Marak Orderan Fiktif di Pamekasan, Pelaku Mengaku Perawat RSU Asyifa Husada
Security RSU Asyifa Husada dan pengantar makanan orderan fiktif. (foto: ist).

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Maraknya orderan fiktif pemesanan makanan dengan sistem Cash on Delivery (COD) atau bayar di lokasi pemesan, meresahkan para pengusaha kuliner di Kabupaten Pamekasan.

Rumah Sakit Umum (RSU) Asyifa Husada Kabupaten Pamekasan menjadi tempat paling sering diteror oleh orderan fiktif makanan dari orang yang tak dikenal tersebut.

Dalam kasus orderan fiktif makanan ini, pelaku mengaku sebagai perawat di Unit IGD RSU Asyifa Husada yang bernama Desty Wulan. Padahal tidak ada nama perawat tersebut di RSU Asyifa Husada.

Rahman, Security RSU Asyifa Husada mengatakan, pesanan makanan yang diorder cukup banyak. Mulai dari pempek lenjer, pempek kapal selam, dan pempek jumbo. Selain memesan makanan tersebut, pelaku juga sempat meminta tolong untuk mengisikan pulsa kepada pemilik rumah makan sebesar Rp 50 ribu untuk nomor dirinya, dan Rp 50 ribu lagi untuk nomor temannya. Pelaku pemesan makanan fiktif ini berjanji akan membayar di RSU Asyifa Husada.

Apesnya, setelah pengantar makanan sudah tiba di RSU Asyifa Husada, nomor WhatsApp pemesan makanan malah tidak aktif. "Kejadian orderan makanan fiktif ini tidak hanya terjadi sekali di RSU Asyifa Husada, melainkan sudah berkali-kali," ujar Rahman, Rabu (12/8/2020).

Pengantar makanan, sewaktu itu mengaku dari Rumah Makan Pempek Palembang. "Saya waktu itu gak menalangi makanan yang sudah dipesan itu. Cuma sebagian teman-teman saya yang lain ada yang menalangi untuk dibeli," kata Rahman.

"Semua korban saat melapor ke kami, si pelaku mengatasnamakan Desty Wulan. Selama saya kerja di Asyifa sekitar 9 tahun, tidak ada namanya Desty Wulan yang kerja di sini," jelas Rahman.

Bahkan, saat pihaknya menulusuri ke rekan kerjanya yang lain, ternyata kejadian orderan fiktif makanan tersebut sudah seringkali terjadi di tempat kerjanya.

Rahman merinci, berdasarkan laporan yang dirinya terima dari sejumlah korban, pelaku memesan makanan cukup banyak. Untuk pempek total pembelian bisa mencapai Rp 400 ribu lebih, pecel blitar 10 bungkus, kebab 10 bungkus, dan juga dibarengi dengan permintaan isi pulsa.

Ia berharap pihak kepolisian menelusuri dan melacak nomor pelaku agar tidak semakin banyak rumah makan yang menjadi korban.

"Kalau misal nanti ada korban yang melapor, pasti si pelaku ini diproses hukum, karena ada pencemaran nama baiknya, dan jelas pemilik rumah makan pasti dirugikan," pungkasnya. (yen/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Sabtu, 19 September 2020 12:59 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com-Royal Singosari Hospitality merupakan operator hotel lokal yang memiliki 5 (lima) hotel tersebar di 3 (tiga) kota besar yaitu Bali, Surabaya dan Lombok.Telah sukses dengan Brand Royal Singosari pada 3 hotel yang sudah bero...
Kamis, 17 September 2020 20:43 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan---Sebuah video mencuat di media sosial. Viral. Isinya seorang perempuan desa. Madura. Menyanyikan lagu dangdut. Ciptaan Rhoma Irama.Penampilan perempuan itu sangat udik. Norak. Tanpa rias wajah. Bahkan video itu direkam d...
Selasa, 15 September 2020 13:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*30. inna alladziina aamanuu wa’amiluu alshshaalihaati innaa laa nudhii’u ajra man ahsana ‘amalaanSungguh, mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala or...
Jumat, 11 September 2020 09:50 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...