Sabtu, 19 September 2020 21:42

Sidang Kasus Pemberhentian 7 Perangkat Desa Nyalabu Daya, Kuasa Hukum Tergugat Beber Kronologi

Selasa, 11 Agustus 2020 22:46 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Halim Faus
Sidang Kasus Pemberhentian 7 Perangkat Desa Nyalabu Daya, Kuasa Hukum Tergugat Beber Kronologi
Sidang lanjutan atas perkara gugatan pemberhentian beberapa perangkat Desa Nyalabu Daya dipimpin oleh Hakim Ketua Ni Nyoman Vidiayu Purbasari, S.H., M.H.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya kembali menggelar sidang lanjutan atas perkara gugatan pemberhentian beberapa perangkat Desa Nyalabu Daya, Kabupaten Pamekasan, Selasa (11/8).

Agenda sidang kedelapan ini pembuktian dari pihak tergugat, dengan menghadirkan 2 orang saksi, yakni Ali Hosnan (tokoh pemuda) dan Sudai (mantan Kaur TU & Umum Desa Nyalabu Daya).

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua Ni Nyoman Vidiayu Purbasari, S.H., M.H., dan dihadiri kuasa hukum kedua belah pihak ini berjalan tertib dan lancar.

Kepada BANGSAONLINE.com usai sidang, H. Ahmad Bahri S.Ag., Kuasa Hukum Kades Nyalabu Daya menceritakan kronologi pemberhentian 7 perangkat desa tersebut. Ia menjelaskan, bahwa 7 perangkat desa itu diberhentikan karena kinerjanya kurang baik lantaran kurang aktif.

"Sebenarnya kepala desa tidak serta merta langsung melakukan tindakan pemberhentian. Pihak tergugat (kades) sebelum memutuskan serta mengeluarkan kebijakan tersebut sudah melalui tahapan-tahapan yang benar, sangat hati-hati, dan prosedur," ujar Bahri didampingi penasihat hukum tergugat lainnya, yakni Dr. Ahmad Rifai S.H., M.Hum. dan H. Abdul Razaq, S.H., M.H.

Selain itu, lanjut Bahri, Kades Nyalabu Daya juga sudah berkonsultasi dengan Camat Pamekasan sebelum memberhentikan 7 perangkat desa tersebut.

"Persoalan ini berawal dari pasca atau usai Kepala Desa Nyalabu Daya dilantik. Diperkirakan setelah pemerintahan desa berjalan selama 4 bulan, kepala desa menilai bahwa kinerja perangkat desa kurang baik atau kurang aktif," bebernya.

"Hal ini juga dirasakan oleh masyarakat. Bahkan, kemudian berkembang menjadi tuntutan masyarakat. Warga mendesak untuk dilakukannya proses pemberhentian kepada beberapa perangkat desa," tuturnya.

Bahri menambahkan, bahwa Kepala Desa Nyalabu Daya juga sudah melakukan tahapan-tahapan, antara lain menampung saran dan suara dari berbagai elemen. Baik dari masyarakat, organisasi pemuda setempat, hingga para tokoh masyarakat setempat.

Rencananya, sidang akan dilanjutkan pada Selasa (18/8) mendatang dengan agenda tambahan bukti para pihak.

Sekadar informasi, gugatan diajukan oleh 7 perangkat desa yang diberhentikan Kepala Desa Nyalabu Daya. Mereka kecewa dan tidak terima dengan kebijakan kades. (hlm/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Minggu, 06 September 2020 19:43 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Obyek wisata Pantai Bahak di Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo mulai diminati para wisatawan. Bahkan di hari libur, pengunjung pantai Bahak mencapai ratusan orang.Menariknya, di tengah pandemi Covid-19, pantai Ba...
Kamis, 17 September 2020 20:43 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan---Sebuah video mencuat di media sosial. Viral. Isinya seorang perempuan desa. Madura. Menyanyikan lagu dangdut. Ciptaan Rhoma Irama.Penampilan perempuan itu sangat udik. Norak. Tanpa rias wajah. Bahkan video itu direkam d...
Selasa, 15 September 2020 13:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*30. inna alladziina aamanuu wa’amiluu alshshaalihaati innaa laa nudhii’u ajra man ahsana ‘amalaanSungguh, mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala or...
Jumat, 11 September 2020 09:50 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...