Sabtu, 05 Desember 2020 12:13

​Marak Kasus Pemerkosaan, Ketua Muslimah Humanist Foundation: Semua Elemen Masyarakat Harus Bersatu

Minggu, 09 Agustus 2020 11:56 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Ahmad Fauzi
​Marak Kasus Pemerkosaan, Ketua Muslimah Humanist Foundation: Semua Elemen Masyarakat Harus Bersatu
Dr. Mutmainah Zainul, Ketua Muslimah Humanist Foudation Bangkalan. (foto: ist).

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Dr. Mutmainah Zainul, aktivis perempuan sekaligus Ketua Muslimah Humanist Foundation Bangkalan meminta seluruh elemen masyarakat di Bangkalan untuk bahu-membahu mencegah terjadinya peningkatan kasus kekerasan seksual.

"Keluarga broken home baik dari pelaku atau korban, jadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan kasus pemerkosaan, selain juga minimnya kepedulian serta kontrol dari elemen masyarakat Bangkalan," ujarnya saat menjadi pembicara di webinar "Bangkalan Kota Hiperseks?" yang diadakan oleh Ikamaba Surabaya, Sabtu (8/8/2020) malam.

Menurutnya, hal ini akibat tidak maksimalnya tiga pilar pendidikan, yakni pendidikan keluarga, pendidikan formal, serta pendidikan lingkungan yang berujung pada lemahnya pendidikan karakter.

Istri Mathur Husairi, politikus PBB ini memaparkan, kekerasan dan pemerkosaan terhadap perempuan sejak 2011 sudah marak. Hanya saja korbannya takut melapor karena menyangkut aib dirinya dan keluarga.

"Selain adanya tekanan dan ancaman dari pihak pelaku, juga karena rasa kurang percaya terhadap penanganan pihak aparat," ucapnya.

"Sebenarnya hal ini menjadi tanggung jawab bersama, seluruh elemen masyarakat harus peduli, apalagi Bangkalan basis pondok pesantren," sambungnya.

Selain itu, ia meminta kepada pemerintah kabupaten lewat dinas terkait untuk lebih memberikan support pada kegiatan positif yang dilakukan oleh pemuda. Seperti aktivitas olahraga, musik lewat karang taruna, remaja masjid (remas). "Semua elemen masyarakat harus bergerak bersama, bahu-membahu," terangnya.

"Oleh karena itu, dibutuhkan sinergitas seluruh stakekholder dan harus bersama-sama bergerak agar Bangkalan tidak menjadi kota yang mengerikan terhadap kekerasan dan pemerkosaan terhadap perempuan," tegasnya.

Sementara itu, ia juga memberikan apresiasi kepada Ikatan Mahasiswa Bangkalan (Ikamaba) yang telah ikut berpartisipasi melakukan pencegahan terhadap kekerasan seksual di Bangkalan. "Salah satunya lewat talk show ini," pungkasnya. (uzi/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...