Selasa, 01 Desember 2020 12:23

Jatim Tuan Rumah FESYar 2020, Gubernur Khofifah Harap Jadi Stimulus Pemulihan Ekonomi

Jumat, 07 Agustus 2020 19:55 WIB
Editor: Tim
Jatim Tuan Rumah FESYar 2020, Gubernur Khofifah Harap Jadi Stimulus Pemulihan Ekonomi
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Kick Off 7th Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2020 yang dibuka secara virtual bersama Wakil Presiden RI, K.H. Ma'ruf Amin di Ballroom Hotel Amarta Hills Kota Batu, Jumat (7/8/2020) pagi. (foto: IST/ BANGSAONLINE)

KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menghadiri Kick Off 7th Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2020 yang dibuka secara virtual bersama Wakil Presiden RI, K.H. Ma'ruf Amin di Ballroom Hotel Amarta Hills Kota Batu, Jumat (7/8/2020) pagi.

Pada ISEF 2020 ini, Jatim mendapat penghormatan menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah (FESYar) 2020 regional Jawa yang akan digelar pada Oktober mendatang.

Bersama dua provinsi lain, yakni Sumatera Barat bulan September dan Nusa Tenggara Barat bulan Agustus, Jawa Timur akan turut menjadi bagian dari agenda ekonomi syariah terbesar di Indonesia bahkan internasional ini.

Melalui penyelenggaraan FESYar 2020 ini, Gubernur Khofifah berharap besar agar ajang ini bisa menjadi salah satu stimulus bagi pemulihan ekonomi nasional.

Khususnya di tengah masa pandemi Covid-19 saat ini, dirinya menyebut jika dalam suasana sulit seperti saat ini harus ada berbagai upaya kreatif dan inovatif untuk membangkitkan perekonomian di masyarakat.

"Kami berharap bahwa Fesyar 2020 ini bisa menjadi stimulus bagi proses pemulihan perekonomian di Indonesia," ungkap orang nomor satu di Jatim ini.

Sebagaimana diketahui, FESYar tahun 2019 untuk regional Jawa yang diselenggarakan di Jawa Timur mencatatkan transaksi 19,26 triliun rupiah. Catatan ini menjadi capaian tertinggi dibandingkan capaian regional Sumatera (2,11 triliun rupiah) dan Kawasan Timur Indonesia (2,6 triliun rupiah).

Khofifah menjelaskan, penyelenggaraan ekonomi syariah di Jawa Timur secara aktif telah dilakukan di berbagai aspek. Dimulai dari produk fashion, makanan halal, hotel dan wisata syariah, UMKM, produk pertanian dan perbankan syariah.

Sejalan dengan itu, mengingat di Jawa Timur terdapat lebih 6.000 pesantren, maka pemberdayaan ekonomi pesantren di Jawa Timur terus didorong.

Khususnya untuk pesantren, antara lain dilakukan melalui Program OPOP (One Pesantren One Product), Penyelenggaraan Training Juleha (Juru Penyembelehan Halal), serta inisiasi produk halal, keuangan syariah, dana sosial syariah, dan ikhtiar penguatan ekonomi syariah lainnya.

Oleh karena itu, melalui FESYar 2020, diharapkan juga bisa memberi dampak dan manfaat yang besar bagi masyarakat secara luas.

"Mudah-mudahan FESYar 2020 ini bisa memberi manfaat dan keberkahan yang luas bagi bangsa Indonesia," harap gubernur perempuan pertama Jatim ini.

Harapan besar juga disampaikan oleh Wapres Prof. Dr. K.H. Ma'ruf Amin. Dirinya berharap agar Indonesia dapat menjadi referensi negara-negara lain di dunia dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

"Saya sangat mendukung penyelenggaraan ISEF sebagai upaya mendorong ekonomi dan keuangan syariah agar menjadi arus utama kebijakan nasional dan internasional. Sekaligus menjadikan Indonesia sebagai referensi dunia dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah," ujar orang nomor dua di Indonesia ini.

Terlebih, melalui event berskala internasional ini, dirinya berharap bisa memperluas kerja sama internasional bagi para pelaku ekonomi khususnya yang berbasis syariah. (tim)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 20 November 2020 22:13 WIB
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Berbicara tentang destinasi wisata di Kabupaten Sumenep memang tak pernah sepi. Selain memiliki sejumlah tempat wisata religi dan budaya, kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki segudang destina...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Sabtu, 28 November 2020 15:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...