Senin, 21 September 2020 04:05

Tak Terima Dinyatakan Meninggal ​Karena Covid-19, Keluarga Pasien Ngotot Bawa Pulang Jenazah

Rabu, 05 Agustus 2020 14:52 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Triwi Yoga Margiono
Tak Terima Dinyatakan Meninggal ​Karena Covid-19, Keluarga Pasien Ngotot Bawa Pulang Jenazah
Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. (foto: ist).

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Kasus penolakan penanganan jenazah terkonfirmasi positif Covid-19 kembali terjadi di Lamongan. Hil Wanul Wasat (47), keluarga pasien mengaku tidak terima orang tuanya dianggap meninggal karena positif Covid-19.

Hil Wanul Wasat (47), warga Dusun Ngambeg, Desa Ngambeg, Kecamatan Pucuk sempat bersitegang dengan pihak Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) karena tidak terima orang tuanya meninggal dinyatakan positif Covid-19. Karena alasan itu juga, keluarganya menolak kalau jenazah orang tuanya ditangani sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.

"Keluarganya ngotot meminta jenazahnya dibawa pulang dan akan dimandikan sendiri. Rumah sakit yang mengetahui kebenaran hasil tes medis tentunya menolak, karena khawatir disalahkan. Akhirnya meminta bantuan polisi," ujar sumber dari Polres Lamongan, Rabu (5/8/2020).

Kejadian bermula saat Hil Wanul Wasat mengantarkan orang tuanya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSML, Selasa (4/8/2020). Lalu, pasien dilakukan pemeriksaan secara medis oleh pihak rumah sakit, dan didiagnosis sakit stroke kemudian pneumonia bilateral.

Selanjutnya, dilakukan rapid test terhadap korban dengan hasil reaktif dan dinyatakan sebagai PDP oleh pihak rumah sakit.

Keesokan harinya, Rabu (5/8/2020), pasien tersebut meninggal dan berdasarkan hasil swab test dinyatakan sebagai positif Covid-19.

Mengetahui hal itu, Hil Wanul Wasat menolak tidak mau orang tuanya dimakamkan dengan proses protokol kesehatan Covid-19 dan memaksa untuk membawa pulang jenazah korban.

Pihak rumah sakit kemudian menghubungi Polres Lamongan untuk membantu memberi pengertian kepada keluarga korban.

Tidak lama kemudian, Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Davit Manurung langsung meluncur menuju rumah sakit untuk mengawal keluarga dan memberi wawasan kepada pihak keluarga.

"Alhamdulillah, dengan bantuan muspika dan tokoh masyarakat setempat, keluarganya akhirnya mau menerima," imbuh sumber tadi.

Pasubag Humas Polres Lamongan, AKP Djoko Bisono membenarkan adanya kejadian tersebut. Dikatakan, setelah mendapatkan pengarahan, keluarganya menerima.

"Tidak mungkin pihak rumah sakit, polisi, dan pejabat lainnya akan menjerumuskan warganya. Semua demi keselamatan masyarakat bersama," tandasnya. (lmg1/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Minggu, 20 September 2020 21:35 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Banyuwangi banyak memiliki pantai cantik yang mempesona dengan keindahannya. Pantai yang bisa memikat para traveler datang di bumi sunrise of java ini.Tetapi bukan hanya pantai cantik saja yang menarik wisatawan mancan...
Kamis, 17 September 2020 20:43 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan---Sebuah video mencuat di media sosial. Viral. Isinya seorang perempuan desa. Madura. Menyanyikan lagu dangdut. Ciptaan Rhoma Irama.Penampilan perempuan itu sangat udik. Norak. Tanpa rias wajah. Bahkan video itu direkam d...
Selasa, 15 September 2020 13:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*30. inna alladziina aamanuu wa’amiluu alshshaalihaati innaa laa nudhii’u ajra man ahsana ‘amalaanSungguh, mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala or...
Jumat, 11 September 2020 09:50 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...