Tampak di antara para tokoh yang hadir dalam peresmian tersebut, Prof. Dr. H. Dahlan Iskan, Prof. Dr. KH. Asep Saifudin Chalim, Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, dan Pengasuh Ponpes Singa Putih KH. Saifulloh Arif Billah. (foto: AHMAD FUAD/ BANGSAONLINE)
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Mantan Menteri BUMN, Prof. Dr. H. Dahlan Iskan menghadiri peresmian gedung Aliyah Ponpes Singa Putih Al-Munfaridin, Prigen, Kabupaten Pasuruan, Senin (3/8).
Kehadiran Dahlan di ponpes tersebut, selain ikut meresmikan, juga untuk memotivasi santri supaya tidak berkecil hati dalam menghadapi perkembangan zaman.
BACA JUGA:
- Dahlan Iskan Pernah Tak Naik Kelas karena Sibuk Manggung Ikut Orkes
- Keren! Bahas Financial Freedom, Dahlan Iskan Tampil Energik di Depan Santri MBI Amanatul Ummah
- Tertinggi Nasional, 109 Siswa-Siswi MBI Lolos SNBP, Total 275 Santri Amanatul Ummah Lolos SNBP 2026
- Tampung Ribuan Anak Desa di Madrasah Gratis Berkualitas, Inilah Cita-Cita Kiai Asep
"Saya ini lulusan Aliyah, tapi saya pernah diamanati jadi Menteri BUMN. Maka dari itu, saya berharap lulusan aliyah tidak boleh kecil hati," terang Dahlan dalam orasi ilmiahnya.
Menurut Dahlan, kunci dari segala persoalan itu adalah punya kemauan besar. Selama orang itu tidak berkecil hati, dia yakin mampu menyelesaikan persoalan. Sehingga, akan timbul jiwa usaha dan kerja keras.
Ia menjelaskan, bahwa bekerja keras itu dilandasi tiga prinsip. Yaitu prinsip militansi dalam artian berani berjuang dan sanggup menghadapi rintangan.
"Kemudian prinsip tawadlu'. Dengan siapa pun kita berhadapan, etika tetap dikedepankan. Terakhir prinsip karakter, dalam artian manusia harus kokoh dalam mempertahankan keputusannya, jika itu dianggap harus dilaksanakan dan harus dipertahankan," paparnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




