Rapat paripurna DPRD bersama Wakil Bupati Pamekasan Raja'e.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan menggelar rapat paripurna bersama Wakil Bupati Pamekasan Raja'e dengan agenda mendengarkan pendapat akhir Fraksi DPRD mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2019.
Dalam Pandangan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di antaranya, meminta Pemerintah Pamekasan untuk mengevaluasi sektor pelayanan kesehatan di masa pandemi dan menfasilitasi petani tembakau di Kabupaten Pamekasan.
BACA JUGA:
- Pamekasan Economic Fest 2026 Dongkrak UMKM, Bupati Kholilurrahman Tegaskan Kolaborasi Lintas Sektor
- Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pemkab Pamekasan dan Medco Energi Tanam 370 Pohon di SGRP
- Pemkab Pamekasan Kembali Raih WTP, Jadi Capaian yang ke-12
- Bupati Pamekasan Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital saat Peringati Harkitnas 2026
Menurut Halili Yasin dari Fraksi PPP, di masa pandemi ini pelayanan rumah sakit, puskesmas dan bidan seolah-olah menjadi bayangan yang menakutkan bagi masyarakat. Hal itu terbukti dengan kejadian beberapa waktu lalu di wilayah Kecamatan Palengaan.
"Masyarakat mosi tidak percaya kepada pelayanan medis, karena tenaga medis mudah menvonis orang sakit dengan gejala Corona. Terbukti, kejadian beberapa hari yang lalu di Desa Palengaan Laok, seorang bidan nyaris menjadi amukan masa," kata Halili Yasin, Rabu (29/07/20).
Mantan Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan ini juga menyinggung harga tembakau di Bumi Gerbang Salam. Para petani berharap pemerintah memberikan solusi sehingga harga bahan baku rokok itu tahun ini bisa meningkat.
"Sektor pertanian seperti tembakau, seorang petani sudah bekerja keras untuk menanam tembakau. Sehingga, hal ini menjadi tugas berat Bupati Pamekasan dalam memfasilitasi dan memberikan kehidupan yang layak kepada petani tembakau," ucap Halili.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




