Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau pasar sapi Tanah Merah Bangkalan Madura, Sabtu (25/7/2020). foto: ist/ bangsaonline.com
Khofifah juga mengapresiasi peogram inseminasi buatan untuk sapi betina. Proses ini menjadi bagian dari penguatan pengembangbiakan sapi potong yang ada di Bangkalan.
Dalam kunjungan ini Khofifah sekaligus ingin memastikan dengan Bupati Bangkalan terkait program hulu hilir dalam budidaya sapi, terutama dalam hal produksi konsentrat. Bila syaratnya telah terpenuhi pada titik ekonomi, maka pembuatan konsentrat bisa dilakukan di tempat ini.
“Kita harus menghitung misalnya peternak membutuhkan berapa banyak konsentrat untuk sapi yang ada di lingkungan Desa Pettong atau mungkin Tanah Merah. Kalau sudah seperti itu berarti sudah dimungkinkan untuk menyiapkan produksi konsentrat di sini,” jelasnya.
Di beberapa titik, lanjutnya, telah ada pembuatan konsentrat skala kecil dengan menggunakan mesin yang sangat sederhana menggunakan teknologi tepat guna. Sehingga kelompok peternak sapi disini sudah bisa diinisiasi untuk menjadi korporasi.
“Harus terlahir pikiran besar dari inisiasi yang sudah bisa menembus teknologi. Jadi dari desa ini orang tidak terbayang bahwa penjualan ternak bisa dilakukan secara online. Dari desa ini orang tak terbayang bahwa ada format penyembelihan hewan kurban dengan mentransfer sejumlah uang sesuai besaran hewan yang dijadikan hewan kurban. Jadi inisiasi ini luar biasa. Dan itu menjangkau desa yang cukup jauh dari perkotaan dan ini akan jadi proses transformasi yang indah,” jelasnya.
Khofifah juga meninjau penjualan ternak di Pasar Tanah Merah, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan. Jumlah ternak yang diperdagangkan di pasar ini sebanyak 800 ekor setiap pasaran dengan pengunjung lebih dari 1.500 orang. Berat Sapi Madura siap potong yang dijual berkisar antara 250 - 350 kg per ekor.
Selain meninjau penjualan ternak, di pasar tersebut Khofifah juga membagi-bagikan masker kepada para pedagang dan pengunjung . Ia pun mengingatkan para pedagang dan pengunjung untuk tetap menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak serta rutin cuci tangan.
Kunjungan ini sekaligus untuk memastikan ketersediaan hewan kurban di Jatim dalam kondisi cukup serta memenuhi kriteria aman, sehat, utuh dan halal (ASUH). (tim)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




