Sabtu, 19 September 2020 19:05

​Bu Min: Anak-Anak Korban Pelecehan Seksual Harus Dijamin Masa Depannya

Selasa, 21 Juli 2020 16:19 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: M Syuhud Almanfaluty
​Bu Min: Anak-Anak Korban Pelecehan Seksual Harus Dijamin Masa Depannya
Bu Min didampingi psikiater saat mendatangi korban pelecehan seksual di Desa Bangeran, Dukun, Gresik. (foto: ist).

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Pemerhati Perempuan dan Anak Kabupaten Gresik, Aminatun Habibah mengaku prihatin terhadap banyaknya aksi sexual harassment atau pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Seperti yang baru-baru ini terjadi di Desa Bangeran, Kecamatan Dukun. Seorang perempuan di bawah umur yang masih duduk di kelas 3 SMP, menjadi korban pelecehan seksual.

Kejadian tersebut telah dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Gresik. Orang tua korban tak terima karena anaknya dibawa kabur oleh seorang pemuda hingga berhari-hari.

Bu Min, sapaan akrab Aminatun Habibah, mengaku prihatin terkait kasus tersebut. Apalagi, belum ada tindakan apa pun dari pemerintah daerah terkait penanganan korban.

"Seharusnya ada tindakan serius. Tidak hanya didatangi saja. Harus ada tindakan selanjutnya bagaimana. Pemerintah harus juga memikirkan bagaimana pendidikannya dan masa depannya juga. Harus ada program jangka panjang," ujarnya kepada BANGSAONLINE.com, Selasa (21/7/2020).

Sebegai seorang perempuan, Bu Min yang juga salah satu pendiri Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Gresik ini menyoroti masih minimnya anggaran pemerintah daerah dalam rangka memberikan perhatian kepada perempuan dan anak.

"Selama ini sangat minim. Apalagi ketika sosialisasi, saya bersama teman-teman kadang mengeluarkan biaya sendiri. Tidak ada anggaran khusus," ungkap Bacawabup Gresik yang berpasangan dengan Fandi Akhmad Yani ini.

Menurut Bu Min, pemerintah daerah seharusnya mempunyai inisiatif untuk menganggarkan dana di APBD, khusus untuk penanganan kasus yang menyangkut perempuan dan anak. "Supaya, ketika ada kasus seperti ini harus ditangani dengan cepat oleh tim pendamping perempuan dan anak," terangnya.

Menurut Bu Min, selama ini belum ada solusi atau program untuk mencegah kasus sexual harassment di Kabupaten Gresik. Rata-rata, kasusnya hanya diselesaikan secara hukum dengan menjerat pelaku.

"Padahal, upaya mencegah dan menjamin masa depan korban lebih penting. Kan Pemkab Gresik tidak pernah ada upaya pendekatan trauma healing kepada korban. Kemudian edukasi ke keluarganya tentang kontrol terhadap anak sebagai proteksi juga nihil. Mungkin karena minimnya anggaran, sehingga kerjanya tidak serius," pungkasnya.(hud/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Minggu, 06 September 2020 19:43 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Obyek wisata Pantai Bahak di Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo mulai diminati para wisatawan. Bahkan di hari libur, pengunjung pantai Bahak mencapai ratusan orang.Menariknya, di tengah pandemi Covid-19, pantai Ba...
Kamis, 17 September 2020 20:43 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan---Sebuah video mencuat di media sosial. Viral. Isinya seorang perempuan desa. Madura. Menyanyikan lagu dangdut. Ciptaan Rhoma Irama.Penampilan perempuan itu sangat udik. Norak. Tanpa rias wajah. Bahkan video itu direkam d...
Selasa, 15 September 2020 13:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*30. inna alladziina aamanuu wa’amiluu alshshaalihaati innaa laa nudhii’u ajra man ahsana ‘amalaanSungguh, mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala or...
Jumat, 11 September 2020 09:50 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...