Rabu, 02 Desember 2020 13:23

​Hasil Temuan BPK, Unej dan IAIN Tak Pernah Ada MoU dengan Pemkab Jember

Senin, 20 Juli 2020 17:44 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Yudi Indrawan
​Hasil Temuan BPK, Unej dan IAIN Tak Pernah Ada MoU dengan Pemkab Jember
Ilustrasi.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Hasil temuan BPK perwakilan Jawa Timur terkait program beasiswa tahun 2019, menyatakan bahwa Pemkab Jember tidak pernah mengadakan MoU dengan Universitas Jember (Unej) dan IAIN.

Kasubag Humas Universitas Jember Rokhmomad Hidayanto mengatakan bahwa tahun 2019 belum ada MoU antara Unej dengan Pemkab Jember. Sehingga, pihaknya juga tidak mengetahui mekanisme pemilihan mahasiswa yang diberikan beasiswa. Setelah dilakukan evaluasi, baru di tahun 2020 dilaksanakan MoU antara Unej dengan Pemkab Jember.

Ungkapan yang sama juga dikatakan oleh Kepala Bagian Akademik IAIN Jember Mohammad Anwar. Kepada awak media, Anwar menjelaskan bahwa selama ini pihaknya belum pernah membuat perjanjian dengan Pemkab Jember. 

"Memang kita pernah menerima pemberitahuan dari Pemkab kalau ada mahasiswa dari IAIN yang mendapatkan beasiswa," ungkapnya.

Selama ini, pihaknya tidak tahu berapa jumlah mahasiswa IAIN yang mendapat beasiswa dari Pemkab Jember. "Kami tidak mengerti secara pasti, persoalan ini bukan ranah bagian keuangan. Kami hanya tahu beasiswa tersebut terbagi menjadi 2, untuk biaya UKT ditransfer ke rekening lembaga, sedangkan untuk biaya hidup langsung ke rekening masing-masing Mahasiswa," jelas Anwar.

Dalam auditnya, BPK menemukan adanya kejanggalan dalam program beasiswa yang dikemas dalam bentuk bantuan sosial tersebut. Namun, beasiswa yang diperuntukkan Universitas Jember dan IAIN belum pernah ada perjanjian. Bahkan, nilai yang dikucurkan jauh melebihi pagu yang tertuang dalam SK Bupati.

Dari 10 SK Bupati yang memuat jumlah mahasiswa penerima, terdapat 10 ribu lebih mahasiswa dengan nilai anggaran Rp 69 miliar lebih. Namun dalam pelaksanaannya, anggaran yang dikucurkan naik menjadi Rp 117 miliar tanpa dilengkapi pelaporan penggunaan anggaran. 

Anehnya, pihak pemkab kepada auditor BPK tidak bisa menjelaskan. Bupati Jember Faida dan Kepala Dinas Pendidikan Edi Budi Susilo sampai berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi. (jbr1/yud/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Sabtu, 28 November 2020 15:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...