Sebab jika tidak, dikhawatirkan akan menimbulkan permasalahan yang lebih besar lagi. Seperti kelangkaan pupuk secara terus menerus yang mengakibatkan petani gagal panen.
”Dalam menyelesaikan persoaln itu harus dilakukan dengan sabar dan bijaksana. Tidak boleh dengan cara terburu-buru. Harus melalui tahapan dan kroscek ke bawah, jangan hanya melakukan kroscek di atas meja saja, siapa tahu ada unsur politis dibawah,” terangnya
Sementara H. Zubaidi terkesan menantang pihak pertanian. ”Silahkan bekukan kalau berani,” katanya melalui telepon selulernya kemarin.
Menurutnya, selama ini UD Setia dalam menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai dengan peraturan yang ada. Baik soal harga maupun pendistribusian yang dilakukan.
”Kami tidak mungkin bermain, karena saya bukan tipe pemain. Kelambatan pupuk itu karena RDKKnya masih belum disetrokan oleh PPL,” terangnya
Sementara dirinya saat ini selalu didesak oleh sejumlah Poktan untuk melakukan pendistribusian.
”Kami selalu didesak oleh kelompok, tapi setelah saya tanya ke Distributor, RDKKnya masih belum masuk,” terangnya.
Bahkan dirinya mencurigai belum disetrokan RDKK itu karena ada permainan yang dilakukan oleh salah satu oknum Disperta.
”PPL itu ingin minta jatah, sementara UD Setia tidak bisa. Karena kami mengutamakan kepentingan masyarakat,” tukasnya.
Untuk diketahui, di Kecamtan Lenteng jumlah Kios sebanyak 23 unit. Sementara se-Kabupaten Sumenep sebanyak kurang lebih 170 unit dengan jumlah Distributor sebanyak 7 unit. Sedangkan jumlah kelompok tani sebanyak 3387 poktan, Gapoktandes sebanyak 332 dan Gapoktancam sebanyak 27 yang tersebar di 27 Kecamatan di Kabupaten Sumenep, baik daerah kepulauan maupun daerah daratan sumenep. Sedangkan jumlah areal produktif seluas 25 hektar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




