Sabtu, 08 Agustus 2020 16:43

Meski PPDB 2020 Bersistem Zonasi, Rumah Dekat Sekolah Tak Jadi Jaminan

Selasa, 07 Juli 2020 14:40 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Muji Harjita
Meski PPDB 2020 Bersistem Zonasi, Rumah Dekat Sekolah Tak Jadi Jaminan
Ibnu Qoyim, S.Ag., M.H., Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Kediri saat memberi keterangan kepada wartawan. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 44 Tahun 2019 tentang PPDB 2020, disebutkan bahwa PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) tahun 2020 tetap dilaksanakan dengan menggunakan sistem zonasi.

Sistem zonasi adalah sebuah sistem pengaturan proses penerimaan siswa baru sesuai dengan wilayah tempat tinggal. Sistem tersebut diatur dalam Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 dan ditujukan agar tak ada sekolah-sekolah yang dianggap sekolah favorit dan nonfavorit.

Namun sistem zonasi itu, seolah-olah tidak berlaku bagi Putra Maulana Alfiansyah. Siswa yang akrab dipanggil Vian itu, merupakan lulusan SD Negeri Jagalan 5, dan tinggal di RT 02 RW 01, Kelurahan Jamsaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.

Dirinya mengaku masih harus pontang-panting mencari sekolah, karena SMP Negeri 3 Kota Kediri yang berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya, tidak menerimanya. Ibu Vian sendiri bekerja sebagai penjual gorengan dan bapaknya bekerja sebagai cleaning service di sebuah hotel di Kota Kediri.

Sri Sungkoworini (48), orang tua Putra Maulana Alfiansyah ketika ditemui di rumahnya yang sangat sederhana, menjelaskan bahwa kalau sesuai zonasi mestinya anaknya bisa masuk SMP Negeri 3 Kota Kediri. Tapi kenyataannya, Vian gagal masuk di SMP 3.

"Saya sebagai orang tua hanya ingin menanyakan, apakah sistem zonasi itu masih berlaku atau sudah tidak berlaku lagi," ujar Sri Sungkoworini, Selasa (7/7/2020).

"Katanya zonasi, tapi kok anak saya tidak diterima di SMP negeri 3 yang dekat dengan rumah kami," tambah Sri seraya mengatakan bahwa anaknya juga gagal masuk SMP negeri lewat jalur afirmasi.

Menurut Sri, gagal di SMP 3, anaknya lalu mendaftar ke SMP Negeri 7 yang berjarak sekitar 6 km dari rumahnya. Rencananya, juga akan mendaftar di SMP Negeri 2.

Sementara itu, Ibnu Qoyim, S.Ag., M.H., Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Kediri menjelaskan bahwa untuk tingkat SMP, sistem zonasi yang diterapkan hanya ada dua, yakni Zonasi Dalam Kota dan Zonasi Luar Kota.

Misalnya, lanjut Ibnu, anak yang tinggal di Sukorame (Kecamatan Mojoroto) dan anak yang tinggal di Kleco, dekat lokasi SMP Negeri 5 (di Kecamatan Pesantren), haknya untuk masuk SMP Negeri 5 adalah sama, tidak terpengaruh jaraknya, karena sama-sama satu zonasi Kota Kediri.

"Kemudian yang berhak masuk SMP 5 adalah anak yang rata-rata nilai rapornya lebih bagus. Jadi, yang digunakan tetap nilai tertinggi," ujar Ibnu Qoyim, Selasa (7/7/2020).

Dia menjelaskan, sedangkan untuk anak dari luar Kota Kediri, bisa masuk SMP negeri di Kota Kediri hanya melalui jalur prestasi. "Misalkan dia juara Kompetisi Siswa Nasional, minimal juara 3 tingkat provinsi," terang Ibnu.

Ditambahkan oleh Ibnu, terkait jalur afirmasi, yakni semua warga Kota Kediri, anak-anak yang masuk Basis Data Terpadu (BDT), semua akan diterima di SMP negeri. (uji/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 06 Agustus 2020 20:34 WIB
Oleh: Prof Dr Rochmat WahabPada hakekatnya manusia bermula dari lahir, tumbuh dan berkembang mencapai puncak, menurun dan berakhir dengan wafat. Inilah sunnatullah, normalnya manusia, walau pada prakteknya ada juga yang dipanggil Allah SWT, s...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...