Sabtu, 19 September 2020 16:18

Bertahan di Era Covid-19, Tenun Ikat Kota Kediri Berinovasi dengan Warna

Kamis, 02 Juli 2020 22:52 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muji Harjita
Bertahan di Era Covid-19, Tenun Ikat Kota Kediri Berinovasi dengan Warna
Erwin saat melakukan aktivitasnya. foto: ist.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Siasat Erwin, pemilik merek Tenun Bandoel, Tenun Ikat kediri tampil beda. Selain diversifikasi produk, ia berinovasi dengan warna-warna yang berbeda dengan pengrajin lain. Warna-warna tenun ikat karya Erwin ini menginspirasi koleksi neon karya Priyo Oktaviano yang show di Kota Kediri tahun 2019.

Erwin melanjutkan usaha tenun ikat ayahnya di Sentra Tenun Ikat Kediri di Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto. Sejak kecil ia sudah mengenal motif dan warna tenun. Hal itu memberi ide, bagaimana membuat warna-warna tidak monoton, motif yang lebih kekinian, sehingga ada nilai tambahnya.

“Saya belajar ototidak soal warna. Kalau melihat warna yang menarik, saya akan coba mengurai warnanya dengan mencampur berbagai warna sampai mendapatkan warna yang enak dilihat. Kadang kalau belum ketemu, saya ngga bisa tidur,” kata Erwin, Kamis (2/7).

Unsur-unsur warna yang ada dicampur menghasilkan warna baru. Pun dalam pencelupan, bisa 2-3 kali untuk menghasilkan warna yang dikehendaki, warna-warna kuat. Makanya, Erwin mematok harga lebih tinggi dibanding kain tenun ikat pada umumnya. Kain katun (bahan baju) untuk warna yang bagus harganya hingga Rp 250.000,-/lembar. Meski ia juga menyediakan motif seharga rata-rata yaitu Rp 175.000,-/potong. Untuk baju yang sudah dijahit seharga Rp 400.000,-/potong.

“Saya mematok harga lebih tinggi, memang saya menembak pasar yang lain,” kata Erwin ketika ditanya soal harga. Pengalamannya, tak selamanya menjual dengan harga murah selalu lebih laku. Target market penting untuk membuat keragaman produk. Bahkan harga yang lebih tinggi pun tidak jadi soal ketika ada nilai lebih yang ditawarkan. Terbukti Erwin memiliki pelanggan khusus yang selalu balik lagi untuk membeli.

Pada saat Covid-19, pelanggannya memang turun drastis. Bahkan pesanan yang sudah dipesan, khususnya untuk acara sehingga pesannya massal pun, tidak jadi diambil.

Pemkot Kediri melalui Disperdagin berupaya memutar roda perekonomian pelaku tenun ikat Kediri dengan membuat masker. Pesanannya lebih dari 5.000 lembar. Hal ini pun diikuti instansi lain bahkan instansi swasta pun ikut memesan. Program ini banyak menolong para penenun.

Lagi-lagi, Erwin membuat inovasi. Selain mengerjakan masker biasa yang dijual dengan harga Rp 15.000,- hingga Rp 17.000,-/lembar, Erwin membuat masker yang dibentuk seperti masker scuba dengan lapisan kain kapas sehingga memberi ruang untuk bernapas. Pun motifnya sinkron, dan jahitannya rapi.

Tantangan ini ia dapat dari Nur Muhyar, Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan. “Kata Pak Muhyar, Pak Abu (Abdullah Abu Bakar, Wali Kota Kediri) menanyakan, ada enggak yang bisa bikin masker lebih bagus kayak punya desainer terkenal? Saya menyanggupi,” kata Erwin menirukan ucapan Nur Muhyar.

Masker yang ia buat dipatok harga Rp 20.000,- hingga Rp 25.000,- per lembar. Ternyata tetap ada penggemarnya. Selain pesanan dari Pemkot, saat ia jual melalui media sosial dan marketplace, cepat habis. Artinya, inovasi meski memberikan konsekuensi pada ongkos produksi yang tinggi, penggemarnya tetap ada. Hal ini bisa menjadi inspirasi bagi UMKM lain untuk terus berinovasi. (uji/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Minggu, 06 September 2020 19:43 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Obyek wisata Pantai Bahak di Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo mulai diminati para wisatawan. Bahkan di hari libur, pengunjung pantai Bahak mencapai ratusan orang.Menariknya, di tengah pandemi Covid-19, pantai Ba...
Kamis, 17 September 2020 20:43 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan---Sebuah video mencuat di media sosial. Viral. Isinya seorang perempuan desa. Madura. Menyanyikan lagu dangdut. Ciptaan Rhoma Irama.Penampilan perempuan itu sangat udik. Norak. Tanpa rias wajah. Bahkan video itu direkam d...
Selasa, 15 September 2020 13:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*30. inna alladziina aamanuu wa’amiluu alshshaalihaati innaa laa nudhii’u ajra man ahsana ‘amalaanSungguh, mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala or...
Jumat, 11 September 2020 09:50 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...