Sabtu, 08 Agustus 2020 16:01

Warga Berharap Kasus Pembelian 6.600 Liter BBM Premium Gunakan Rekom Palsu Diusut

Kamis, 02 Juli 2020 11:01 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Alan Sahlan
Warga Berharap Kasus Pembelian 6.600 Liter BBM Premium Gunakan Rekom Palsu Diusut
Gusno, warga Kepulauan Kangean, Kecamatan Arjasa, Sumenep.

SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Dugaan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium sebanyak 6.600 liter di SPBU Pakandangan, Kecamatan Bluto, mendapat perhatian sejumlah warga.

Salah satunya Gusno, warga Kepulauan Kangean, Kecamatan Arjasa, Sumenep. Pasalnya pembelian BBM bersubsidi itu diduga menggunakan rekom palsu.

Gusno menyayangkan adanya kejadian tersebut. Sebab, di tengah minimnya pasokan BBM ke kepulauan Kangean, justru ada pihak-pihak yang memborong BBM untuk menguntungkan diri sendiri. 

"Saya cukup kaget mendengar berita tersebut. Saat ini masyarakat kepulauan membutuhkan pasokan BBM, bahkan krisis. Sampai berakibat pada padamnya aliran listrik di Kangean. Tapi masih saja ada pengusaha dan penyalur BBM nakal," cetus Gusno, Kamis (02/07/20).

Untuk itu, Gusno berharap pihak berwajib bisa menulusuri dan mengungkap kasus tersebut, agar pengusaha BBM tak sembarangan dalam menjalankan usahanya.

"BBM itu adalah salah satu barang atau kebutuhan hajat orang banyak yang harus dipenuhi. BBM itu adalah kebutuhan yang sangat vital, dan untuk itu kami berharap kepada semua pihak, utamanya bagi penegak hukum, untuk memahami hal terebut," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, salah satu pengusaha pertamini yang berada di Desa Talang, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, diduga membeli BBM jenis premium ke SPBU Pakandangan menggunakan rekom palsu. Tak main-main, pembelian BBM bersubsidi itu sebanyak 6.600 liter.

Dugaan rekom palsu itu dipertegas dengan pernyataan Kepala Desa Talang, Kecamatan Seronggi, Hj. Mu'immah. Ia mengaku tak pernah membuat rekom pembelian BBM tersebut. Bahkan ia menyebut rekom tersebut palsu.

"Saya tidak pernah tanda tangan untuk rekom tersebut mas. Dan setelah saya kroscek ke balai desa, bahwa ternyata nomor registrasi 435/127/307.113/2020 yang berada di rekom tersebut tertulis keterangan kematian mas. Sedangkan pelaku yang ditengarai memalsukan rekom tersebut tidak pernah datang ke tempat saya (kantor Balai Desa, red," ujar Mu'immah kepada BANGSAONLINE.com, Selasa (30/6) lalu.

Namun, Rabu (01/07/20) kemarin Hj. Mu'immah menghubungi BANGSAONLINE.com, menjelaskan bahwa ternyata yang membuat rekom tersebut adalah salah satu stafnya. Ia juga mengungkapkan jika Fathor Rasyid, si pembeli BBM, telah mendatangi kantornya.

“Ya, betul mereka berdua datang ke balai (desa, red), kaur staf saya dan Fathor Rasyid mengaku memububuhkan tandatangan yang dipalsukan dan mereka meminta maaf,” terangnya.

Terpisah, Andi, pengawas SPBU Pakandangan justru mengaku tak yakin jika rekom tersebut palsu. "Menurut saya, saya yakin mas mereka rakyat kecil, jadi tidak mungkin memalsukan rekomendasi tersebut," ungkapnya. (aln/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 06 Agustus 2020 20:34 WIB
Oleh: Prof Dr Rochmat WahabPada hakekatnya manusia bermula dari lahir, tumbuh dan berkembang mencapai puncak, menurun dan berakhir dengan wafat. Inilah sunnatullah, normalnya manusia, walau pada prakteknya ada juga yang dipanggil Allah SWT, s...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...